Sutarmidji: Pembangunan Sekolah yang Bersumber dari Kementerian Banyak Tak Beres

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menceritakan dahulu banyak gedung SD dan SMP tambahan lokalnya bersumber dari kementerian langsung ke sekolah-sekolah. Sementara hasil pengerjaan bangunannya tidak beres. Seperti halnya yang terjadi di SMPN 3 kala itu, tengahnya melengkung sehingga ia minta itu dibongkar dan diperbaiki.

“Seharusnya untuk pembangunan gedungnya biar Pemkot yang mengerjakan, kementerian memberi bantuan meubelernya saja. Dari pada nanti gedungnya tambal sana-sini,” ungkapnya saat meresmikan gedung baru SDN 14 di Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (18/1).

Lebih jauh ia mengatakan tahun ini, sekitar 20-an sekolah yang akan direhab, untuk itu dirinya meminta renovasi itu difokuskan pada penataan atap dan plafon.

“Ada dua sekolah SD dibangun baru di Pontianak Timur, kalau SMP yakni SMPN 2 di Kota Baru,” imbuhnya.

Sutarmidji juga menegaskan kepada pihak sekolah jangan memaksakan diri untuk menerima murid lebih banyak.

“Jika memang ruang kelas tidak mencukupi, jangan menerima murid dengan jumlah yang tidak sesuai dengan jumlah ruangan kelas,”

Dari kebijakan sekolah tersebut, katanya akan menyebabkan ada murid yang masuk pagi dan siang dikarenakan keterbatasan ruangan.

“Akibatnya apa, manajemen sekolah akan amburadul. Jika memang ruang belajar hanya cukup untuk menampung siswa sebanyak 12 kelas, ya 12 saja, jangan dipaksakan,” tegasnya.

Ditambahkannya, meskipun banyak yang berminat mendaftarkan diri ke sekolah tertentu, pihak sekolah harus tegas menolaknya apabila sudah melebihi kapasitas ruang belajar yang tersedia. Dengan demikian ada pemerataan yang menyebar ke sekolah-sekolah sekitar.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts