Banyak Lansia Kapuas Hulu Butuh Bantuan Asistensi Lansia Terlantar

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kapuas Hulu tiap tahun memang mendapatkan jatah bantuan Asistensi Lansia Terlantar (Aslut) dari Kemensos RI sebanyak 75 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari harapan yang diinginkan, pasalnya masih ada ribuan Lansia di Bumi Uncak Kapuas yang tak mendapatkan bantuan Aslut.

“Kami pernah mengusulkan agar penerima bantuan tersebut ditambah lagi menjadi 200 orang, tapi usulan kami ditolak,” kata Matjuani Kasi Rehabilitasi Pemberdayaan Perempuan di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kapuas Hulu, Jumat (20/1).

Matjuani mengungkapkan, bantuan Aslut ini sebenarnya sebesar Rp200 ribu perbulan bagi penerimanya dan diberikan dalam tiga tahap. Untuk penerima bantuan Aslut  ini tiap tahunnya akan berubah, bagi yang sudah menerima Aslut, dipastikan tahun selanjutnya orang tersebut tidak lagi menerima bantuan tersebut.

“Gantian dengan Lansia yang lain, karena jumlahnya terbatas,” tuturnya.

Untuk saat ini kata Matjuani, penerima bantuan untuk tahun 2017 ini masih dalam pendataan, untuk pendataan sendiri ini dilakukan langsung oleh Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK). Begitu juga dengan penyaluran dananya, semuanya melalui TKSK dan ada tenaga pendampingnya.

“Untuk kartu Aslut itu biasanya ada dengan kami, karena jika mereka yang pegang dikhawatirkan hilang. Penyaluran dananya pun melalui kantor pos,” ungkapnya.

Matjuani menjelaskan Lansia terlantar adalah seseorang yang sudah berusia lebih dari 60 tahun yang mengalami ketelantaran, tidak punya kerabat yang mengurus serta tidak mempunyai kemampuan fisik maupun ekonomi, sehingga tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak.

Maka itu program Aslut ini ditujukan kepada lansia yang mengalami sakit menahun, tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, dan tidak memiliki sumber penghasilan, sehingga mereka sangat membutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya.

“Program Aslut ini bertujuan untuk membantu lansia terlantar agar bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka, meningkatkan kepedulian masyrakat dalam memenuhi hak-hak lansia terlantar, serta terlaksananya rehabilitasi perawatan sosial dan advokasi sosial bagi lansia terlantar,” jelasnya.

Sementara itu Erol Aminudin Lurah Hilir Kantor Kecamatan Putussibau Utara mengungkapkan, sudah dua tahun warganya tidak pernah mendapatkan bantuan Aslut tersebut.

“Saya juga tidak tahu, katanya giliran dengan yang lain,” katanya.

Namun Erol mengklaim jika masih banyak warganya yang lansia perlu bantuan pemerintah, sehingga ia sangat mengharapkan agar pemerintah dapat membantu warganya.

“Masih banyak warga saya yang Lansia itu, mudah-mudahan pemerintah dapat memberikan bantuan Aslut lagi,” tutupnya.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts