Emirsyah Satar Dicekal ke Luar Negeri

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dicegah untuk bepergian ke luar negeri setelah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka penerima suap dalam pengadaan mesin pesawat.

“Sudah menerima surat permintaan cegah sejak surat per tanggal 16 Januari 2017 dan berlaku sejak tanggal dimintakan untuk periode 6 bulan ke depan, untuk kasus sesuai yang diminta,” kata Kepala Bagian Humas Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno, seperti dikutip dari Antara.

Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura. Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Namun, Agung tidak bisa memastikan apakah Emirsyah masih di Indonesia atau di luar negeri.

“Nanti kita tanyakan dulu data perlintasan apakah infonya sudah melintas atau tidak. Tinggal dicek apakah perginya setelah atau sebelum dicekal, karena kalau setelah berarti bocor, tapi kalau sebelum memang boleh-boleh saja,” jelas Agung.

(antara/rimanews.com/muh)

Related Posts