Tipu Pengusaha, Oknum Pejabat KKU Jual Nama Kapolres

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Waspadalah dengan modus penipuan mengatasnamakan Kapolres Kayong Utara. Sebab, modus ini sudah memakan korban di Sukadana.

Korban bernama Lim yang merupakan salah satu Mini Market ternama di Sukadana ini bermaksud menolong. Namun, niat baiknya itu disalahgunakan si peminta bantuan yang ternyata adalah salah satu pejabat penting di lingkungan Pemkab Kayong Utara berinisial T.

Lim mengisahkan, T datang ke rumahnya pada, Kamis (19/1) sekitar pukul 10.00 WIB. T yang menjabat di salah satu instansi Pemkab Kayong Utara datang mengenakan seragam dinas dengan mengendarai mobil dinas warna orange.

“Dia (T, red) datang saat saya sedang sibuk mengemasi barang-barang dagangan untuk dipindah ke bangunan baru. Dan Pak T bilang ada hal penting yang perlu dibicarakan secara serius, padahal saya sudah bilang lagi sibuk,” kisah Lim kepada wartawan, Rabu (25/1).

Melihat T yang mendesaknya, Lim yang memang murah menolong ini pun mempersilahkannya masuk dan duduk bicara di ruang belakang.

Diakui Lim, kalau T bilang bahwa dirinya dihubungi Kapolres KKU via telephon perlu biaya untuk ambil tiga unit mobil dinas di Polda Kalbar. Jika tidak disiapkan biayanya, maka dalam satu jam mobil akan dipindahkan ke Polres lain.

“Jadi dia (T, red) bilang ke saya pinjam duit untuk biaya ambil mobil, dan pinjamnya hanya sebentar jam tiga sore dikembalikan,” kata Lim.

Bahkan yang membuat Lim yakin, T dihadapannya sempat menghubungi Kapolres KKU via telephon. Bahkan, diperlihatkan nomor handphone Kapolres kepada dirinya.

“Saya diperlihatkan nomornya Kapolres, bahkan dia (T,red) suruh saya langsung bicara, padahal saya belum punya nomornya Kapolres. Jadi saya menolak bicara dan Pak T saja yang bicara,” katanya menceritakan.

Menurut Lim kalau dirinya semula sudah menolak meminjamkan uang. Karena terus didesak, dengan berat hati ia akhirnya pergi bersama T ke BRI Sukadana.

“Di BRI saya ambil Rp 35 juta yang dibutuhkan, lalu Pak T dihubungi lagi sama yang mengaku Kapolres disuruh cukupkan jadi Rp 50 juta. Dan uang disuruh transfer, karena Kapolres sedang rapat di kantor, dan bukti setoran dibawa ke Polres,” tambahnya.

Tiba di Polres untuk menyerahkan bukti setoran, dilanjutkan Lim lagi, memang Kapolres sedang ada rapat. Sehingga ia dan T menunggu. Lim pun mulai menaruh curiga, dan melihat T bertemu dengan seseorang selain Kapolres.

“Karena Kapolres rapat lama, akhirnya saya diantar pulang oleh Pak T, dan dia langsung ke BRI untuk blokir rekening bersangkutan, dan ternyata di rekening sudah kosong,” terangnya.

Lim yang awalnya dijanjikan akan dikembalikan uang pada pukul 15.00 WIB, melakukan pengecekan ke BRI dan belum ada pembayaran.

Bahkan hingga pukul 17.00 WIB di rekeningnya tidak ada tambahan uang. Hingga akhirnya ia menemui Kapolres di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, dan ternyata Kapolres KKU, AKBP Arif Kurniawan tidak tahu menahu prihal itu.

“Lepas magrib saya tungui Pak T untuk menagih janji yang katanya jam 15.00 WIB uang saya dikembalikan. Namun, pembicaraan Pak T sudah mengambang. Akhirnya, pada keesokan hari saya buat laporan ke Polres, dan setengah jam kemudian Pak T juga terlihat datang yang katanya juga buat laporan,” kata Lim.

“Apa pun ini, saya tidak tahu menahu, saya hanya tahunya sama Pak T karena teman, dan apalagi beliau bilang minjam dan akan segera mengembalikan dalam hitungan jam. Sampai sekarang saya masih menunggu,” timpal Lim menutup pembicaraan.

(Rizal/Faisal)

Related Posts