BPBD KKR Prioritaskan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar, mengatakan, bahwa ditahun 2017 BPBD Kubu Raya akan tetap memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya.

“Sesuai dengan hasil evaluasi dan pengalaman ditahun 2016 yang lalu, hal yang tidak baik akan kami tinggalkan, sedangkan hal-hal yang baik akan terus kami laksanakan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” ujar dia saat ditemui di ruangannya pada Rabu (25/01) siang.

Dikatakannya, selain itu pihaknya juga akan membuat berbagai terobosan-terobosan di tahun 2017 ini, dengan dasar informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang keberadaan titik-titik api yang ada di Kubu Raya.

“Kebakaran lahan yang sering terjadi di Kubu Raya inilah yang membuat kami fokus, dalam meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi yang terindikasi sebagai titik api,” kata dia.

Dijelaskanya, dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya, pihaknya akan bekerjasama dengan TNI, Polri, Manggala Agni dan Pemadam Swasta, dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Hal itu, yang mungkin akan menjadi fokus kita kedepan, jadi kami lebih banyak memberikan sosialisasi-sosialisasi atau pencegahan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan daripada melakukan pemadaman. Itulah program yang akan kami lakukan di tahun 2017 di Kabupaten Kubu Raya,” tandasnya.

Sementara itu, sejak awal tahun 2017 ini BPBD Kubu Raya sudah menangani dua lokasi tempat terjadinya kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya.

“Walaupun sampai saat ini, masih ada dua lokasi titik Hotspot yang di dapat dari BMKG, dan kami tangani bersama dengan pihak TNI dan Polri, Manggala Agni, dan Pemadam Swasta dalam proses memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Diterangkannya, luas lahan lokasi adanya titik-titik api tersebut berada tidak jauh dari SMAN 4 Arang Limbung dan dibelakang DPRD Kubu Raya,  yang masing-masing luas lahanya adalah lima hektar dan  satu hektar.

“Seperti yang pernah terjadi di lokasi SMAN 4 Arang limbung, itu kami lebih dari satu minggu memadamkanya. Dan karena kami cepat dan tanggap dalam menanganinya, kebakaran tersebut pun berhasil dipadamkan sebelum api meluas kepermukiman penduduk yang ada di sekitar lokasi kebakaran lahan tersebut,” ujarnya.

Mokhtar menjelaskan, bahwa dalam menangani banyaknya wilayah titik rawan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kubu Raya, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini, Bupati Kubu Raya sudah menganggarkan pembiayaan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Biaya tersebut melalui dana Alokasi Dana Desa (ADD) untuk 118 Desa itu, dialokasikan keseluruh desa. Syarat pencairan dana tersebut, desa harus wajib membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ada di desanya,” ujarnya.

Dikatakannya, tidak hanya Pokmas di desa, tetapi BPBD Kubu Raya juga membentuk Pokmas di beberapa desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Jadi, fungsi kami dari BPBD kubu ini, adalah untuk melatih pokmas-pokmas yang kami bentuk sendiri, maupun yang dibentuk oleh desa itu sendiri, bersama-sama dengan Manggala Agni,” katanya.

Dijelaskanya, selain itu BPBD Kubu Raya juga sudah membentuk Lima Desa Tangguh Bencana sepanjang tahun 2016. Desa-desa tersebut diantaranya adalah, Desa Kubu Padi, Desa Limbung, Desa Permata, Desa Teluk Empening, dan Desa Teluk Bakung.

“Inilah desa yang kita bentuk menjadi Desa Tangguh Bencana ditahun 2016, yang jumlah anggotanya 30 orang plus satu relawan,” tutup dia.

(Viky/Muh)

Related Posts