Rektor Untan Terenyuh Melihat Latar Belakang Pendidikan Orangtua Wisudawan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Dr Thamrin Usman DEA, bangga dan terenyuh melihat latar belakang pendidikan orangtua para wisudawan. Hal tersebut disampaikannya pada saat menyampaikan kata sambutannya pada Wisuda Periode II tahun akademik 2016/2017 Untan, di Auditorium Untan, Kamis (26/1).

“Melihat latar belakang pendidikan orang tua para wisudawan/i saya sangat bangga dan terenyuh karena sebagian besar latar belakang pendidikan orangtua para wisudawan/i hanyalah tamatan SLTA,” ungkapnya.

Dalam sambutannya tersebut, disampaikan bahwa melihat dari latar belakang orang tua para wisudawan dirinya merasa sangat bangga, karena dari 923 wisudawan sebagian besar latar belakang pendidikan orang tuanya hanyalah tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

“Dari seluruh wisudawan yang paling banyak latar belakang pendidikan orangtua yaitu SLTA bukan sarjana, ini sangat membanggakan, artinya apa, meskipun beliau-beliau ini hanya tamat SLTA, beliau tau melalui pendidikan lah hidup ini harus diubah dan kemajuan ini harus dicapai,” ungkapnya.

Sementara itu, jika melihat dari profesi kebanyakan hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sedangkan yang berprofesi sebagai profesor ataupun pejabat hanya sedikit jika dibandingkan dengan profesi sebagai ibu rumah tangga.

“Anak profesor hanya sedikit di sini, anak pejabat hanya sedikit di sini, mayoritas orang tua mereka adalah ibu rumah tangga,” ujarnya.

Dirinya mengatakan kepada para wisudawan untuk selalu mengingat bahwa kesuksesan yang didapat selalu ada orang lain di belakang yang sangat berperan.

“Oleh karena itu saya ingin menyampaikan jangan sekali-kali melupakan orang-orang di belakang anda, ada orang-orang di belakang anda yang sangat berperan terutama orang tua,” tegasnya.

Dirinya juga sangat berharap kepada para wisudawan, bahwa dengan apa yang dikorbankan para orangtua mereka dan apa yang telah diperjuangkan oleh orangtua mereka, sehingga bisa sampai mendapatkan gelar sarjana menjadi sesuatu yang tidak boleh dilupakan.

“Oleh karena itu mudah-mudahan apa yang beliau-beliau korbankan untuk para wisudawan/wisudawati menjadi cambuk, menjadi pemicu dan menjadi kenangan manis jangan pernah dilupakan,” pesannya.

(Matilda/Muh)

Related Posts