Aliansi Organisasi Mapala se Kota Pontianak Gelar Aksi Damai

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Lebih dari 40 massa yang tergabung sebagai Aliansi Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Se Kota Pontianak, hari ini menggelar aksi di taman Untan sebagai bentuk belasungkawa atas meninggal tiga mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unisi Yogyakarta.

“Aksi Hari ini kita dari seluruh aliansi organisasi pecinta alam Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak turun ke jalan hari ini untuk merasakan atau menyampaikan belasungkawa rasa duka cita cita yang sedalam-dalamnya kepada para korban The Great Camping ke 37 Unisi Yogyakarta,” ujar Bimbim, selaku koordinator Aksi, Minggu (29/1).

Selain hal itu, ia juga mengatakan sebagai pembelaan karena beberapa pemberitaan pada hari ini mengatakan bahwa Mapala adalah pembunuh.

“Itu sangat miris bagi kami, padahal organisasi pecinta alam sebagai garda terdepan untuk mengawal kasus kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, itu sebagai tuduhan yang sangat berat sekali karena tidak tahu apa yang terjadi pada pendidikan di sana sehingga bisa menghilangkan tiga nyawa.

Pendidikan dasar Mapala, kata Bimbim ada Standart Operating Prosedure (SOP), dan dirinya rasa semua organisasi Mapala khususnya yang ada di Pontianak umumnya yang ada di Indonesia sudah melakukan standar SOP dengan baik.

Selain menggelar aksi, massa Mapala tersebut juga membagikan bunga, dan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Organisasi Pencinta Alam Kalbar menyatakan sikap sebagai berikut, mengucapkan turut berdukacita yang sedalam dalamnya untuk keluarga korban Alm.Muhamad Fadhly, Alm.Syait Asyam, Alm. Ilham Nurfadmi Listia Adi, dan keluarga besar MAPALA UNISI Yokyakarta , serta Keluarga Besar Organisasi Pencinta Alam Se-Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, mendoakan seluruh peserta dan panitia The Great Camping XXX VII Mapala UNISI Yokyakarta dan seluruh Organisasi Pecinta Alam Indonesia agar selalu di berikan keselamatan, kesehatan, serta lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Meluruskan paradigma masyarakat oleh pemberitaan media tentang Organisasi Pencinta Alam #MAPALAPEMBUNUH,” tegasnya.

Kemudian, memegang teguh Kode Etik Pecinta Alam Indonesia “Pecinta Alam lndonesia Adalah Bagian dari Masyarakat Indonesia Sadar akan Tanggung Jawab terhadap Tuhan Bangsa dan Tanah Air” dan menjalankan kutipan pada point 4 dan 6 dengan sungguh-sungguh.

“Menyatakan sekali lagi kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa #MAPALABUKANPEMBUNUH”.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts