Begini Kronologis Penangkapan Dua Saudara Kandung Pelaku Perampokan SPBU

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Dua saudara kandung yang menjadi pelaku perampokan di SPBU yang ada di jalan Lintas Melawi, Mil dan Iyan berhasil diringkus aparat kepolisian Resort Sintang, penangkapan itu berkat petunjuk dari rekaman CCTV, serta kepemilikan kendaraan sepeda motor Jupiter MX dengan Nomor Polisi KB 4283 JH.

Keduanya pelaku perampokan yang memiliki hubungan kakak dan adik ini merupakan warga dusun Semirit Desa Baras kecamatan Dedai Kabupaten Sintang.

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Eko Mardiyanto mengungkapkan kronologis penangkapan kedua pelaku yang berawal dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV yang ada di SPBU tersebut, dari hasil rekaman CCTV tersebut berhasil mendapatkan plat momor polisi sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku.

“Dari Plat Kendaraan yang digunakan oleh pelaku ini lah kita mengetahui identitas pemilik atas nama M. Ali Rahman warga kabupaten Melawi, sehingga saya mengutus tiga orang anggota saya untuk croscek keberadaan alamat yang tertera dalam alamat BPKB kendaraan tersebut,“ terangnya, Senin (30/1).

Saat bertemu dengan nama pemilik kendaraan tersebut, ternyata M. Ali Rahman sudah menyerahkan kendaraannya kepada Adiknya atas nama Hasan yang beralamat di Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang.

“Setelah bertemu dengan saudara Hasan di Dedai, ternyata motor tersebut pada hari Minggu (22/1) 2017 dipinjam oleh Iyan dan Mil,” jelasnya.

Setelah mendapat keterangan Hasan dan mendapatkan nomor handpone Iyan dan Mil (pelaku-Red) kemudian anggota melakukan penyelidikan terhadap keduanya, dan berdasarkan posisi nomor handpone Iyan dan Mil berada di SPBU saat kejadian perampokan terjadi.

Tidak hanya itu, kata Kasat pelaku tertuju kepada Iyan dan Mil juga dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi, dan barang bukti yang sudah diamankan terlebih dahulu yaitu berupa jaket pelaku yang terjatuh di jalan setelah melakukan aksi perampokan.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman (9) sembilan tahun penjara.

(Lingga/Faisal)

Related Posts