Ribuan Massa HTI Tolak Kriminalisasi Ulama

Jakarta, thetanjungpuratimes.com –Ribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi menolak pemerintah melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam, di depan patung kuda, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, hari ini.

Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, mengatakan, upaya pemerintah untuk mencari-cari kesalahan para tokoh Islam harus dihentikan.

“Ini melanggar hak warga negara dan merupakan bentuk kezaliman besar,” kata Ismail saat berorasi di depan massa HTI.

Sejumlah tokoh seperti wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, pada 30 Januari silam menyesalkan kriminalisasi terhadap ulama, terutama Habib Rizieq, yang menurutnya telah difitnah atas video porno palsu di Youtube. Sebab, hal itu, kata dia akan menistakan status ulama dan membuat publik makin permisif dan tak peduli dengan ulama dan agama.

Namun, Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal M. Iriawan, membantah tuduhan yang menyebutkan adanya kriminalisasi terhadap sejumlah ulama.

Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP Muhammadiah, Rahmat Kurnia, mengatakan, saat ini terjadi penggembosan terhadap ulama dengan cara pembatasan ruang gerak dalam menyampaikan dakwah.

“Para ulama dituduh anti Pancasila, anti kebhinekaan, anti NKRI, ini merupakan fitnah yang sangat menyakitkan,” katanya.

Apalagi, kata dia, sekarang ada upaya masif untuk mendata dan mensertifikasi ulama.

“Untuk apa itu semua, Mereka (ulama) melakukan dakwah dengan ikhlas kok,” ujarnya.

(rimanews.com/muh)

Related Posts