Sekolah Ini Cetak Anak-anak Maluku Jadi Pelaut

Ambon, thetanjungpuratimes.com – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan kunjungan sehari ke Kota Ambon untuk mengecek kesiapan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 sekaligus meninjau bantuan-bantuan dari Kementerian Perhubungan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku.

Awalnya, Menhub mengecek persiapan acara puncak HPN 2017 di Lapangan Tantui, Ambon. Menhub sengaja mengunjungi Lapangan Tantui, karena pada 9 Februari 2017, Presiden Joko Widodo akan hadir di acara puncak HPN 2017 sekaligus meresmikan program sekolah Vokasi di Maluku.

Program sekolah vokasi ini, menurut Menhub, sangat penting dan merupakan arahan langsung dari Presiden Jokowi untuk menyekolahkan 50.000 pemuda se-Indonesia. Maluku mendapat jatah alokasi sebanyak 1.000 pemuda yang putus sekolah atau bagi pelaut-pelaut yang belum mendapatkan buku sebagai pelaut.

“Esensi vokasi itu adalah kita menyekolahkan anak-anak yang putus sekolah yang berminat untuk jadi pelaut. Ataupun pelaut-pelaut sekarang yang belum mendapatkan buku. Karena untuk mendapatkan buku pelaut itu mereka harus sekolah dulu,” kata Menhub saat menyambangi Port of Ambon, Sabtu, (4/2/2016) dalam siaran persnya.

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan, jatah 1.000 anak bagi Maluku ini akan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 250 anak dari Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara akan di sekolahkan pada gelombang pertama. Dalam satu tahun, Menhub menargetkan 1.000 anak-anak Maluku sudah bisa menjalani sekolah vokasi ini.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Ambon, Menhub meninjau bantuan dua buah kapal dan 16 bus yang diberikan kepada rakyat Maluku lewat perhelatan HPN 2017 kali ini. Nantinya, kata Menhub, Presiden Jokowi juga akan mengunjungi Pelabuhan Ambon untuk menyerahkan secara simbolik dua buah kapal dan bantuan bus dari Kemenhub.

Kapal-kapal ini akan diserahkan oleh Kemenhub kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Maluku. Menhub memberikan syarat bagi BUMD yang ingin mengelola kapal ini harus bisa menggaransi kapal dapat dipelihara dan dikelola dengan baik. Menhub pun meminta Pemprov Maluku mengajukan nama BUMD yang di-endorse untuk mengelola kapal-kapal bantuan ini.

“Saya beri syarat bagi BUMD kita rela memberikan kapal ini, tapi apa yang kita berikan ini dikelola dengan benar dan dijaga dengan baik. Kita cek kinerjanya baik atau tidak, Pemprov yang mengendorse BUMD itu kemudian kita lihat,” tegas Menhub.

Bantuan berikutnya, kata Menhub, adalah life jacket kepada 20 kapal rakyat. Menhub bersama Gubernur Maluku, Said Assagaff, menyempatkan diri memasuki sebuah kapal rakyat yang terbuat dari kayu.

Kapal itu biasa berlayar mengangkut warga menuju Maluku Utara dan pulau-pulau lainnya seperti Namlea dan Saumlaki. Kapal rakyat ini menjadi salah satu kapal yang memperoleh bantuan life jacket dari Kemenhub.

Kepada wartawan, mantan Direktur Angkasa Pura II ini membeberkan, pemerintah sebenarnya tengah merencanakan untuk memberikan bantuan subsidi kapal rakyat yang akan dimulai pada pertengahan 2017.

“Ambon menjadi pilot project untuk kita bantu subsidi kapal. Kita carikan BUMN sebagai induk lalu kita buat koperasi. Semua usaha itu akan menjadi koperasi. Nanti rakyat bisa menjadi ownership dari kapal itu,” papar Menhub.

Terakhir, Menhub juga sempat menyinggung soal aktualisasi tol laut. Maluku menjadi salah satu trayek tol laut yang akan dimaksimalkan oleh pemerintah. Presiden Jokowi, menurut Menhub, sangat visioner dalam melahirkan program tol laut untuk dapat melihat persoalan yang dihadapi terutama di Indonesia Bagian Timur seperti Kepulauan Maluku.

Saat ini, pemerintah tengah menambah jalur tol laut dari trayek yang sudah ada. Maluku menjadi salah satu wilayah yang akan dilalui secara regular oleh tol laut. Selain tol laut, pemerintah juga tengah merancang tol udara dan tambahan kapal rakyat, untuk memaksimalkan pembangunan di Indonesia Bagian Timur.

“Sekarang kita tetap konsisten membuat tol laut. Kita tambahi lagi jalurnya. Nanti kita buat tol udara untuk menuju puncak-puncak dan di laut juga tambah dengan kapal rakyat. Terutama pelayaran rakyat yang memang sangat dibutuhkan bagi rakyat. Bagaimana caranya, kita kasih dulu mereka life jacket, baru nanti subsidi kapal,” jelasnya.

Menhub Budi hanya melakukan kunjungan satu hari di Kota Ambon untuk mengecek kesiapan pelaksanaan HPN 2017 dan juga gelontoran bantuan yang ia berikan kepada rakyat Maluku. Usai menyambangi Pelabuhan Ambon, Menhub beserta rombongan kembali bergegas ke ibukota.

Ia akan kembali menyambangi Ambon untuk menghadiri acara puncak HPN 2017 pada 8 Februari mendatang.

(suara.com/muh)

Related Posts