Disdik Kubu Raya: Siswa SMP Terlalu Dini Membawa Kendaraan Bermotor

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubu Raya, Syarif M. Firdaus mengatakan bahwa siswa dan siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih terlalu dini untuk menggunakan kendaraan roda dua.

“Kami juga tidak ingin seperti aturan yang sudah diberlakukan di Kota Pontianak yang melarang penggunaan kendaraan bermotor khususnya bagi siswa-siswi SMP, ujarnya, Selasa (7/2).

Dirinya menerangkan, Disdikbud Kabupaten Kubu Raya tidak bisa melarang para siswa-siswi dalam menggunakan kendaraan roda dua, karena mengingat luasnya wilayah, serta jarak yang jauh antara sekolah dengan rumah pelajar tersebut.

Menurut dia, ketika kendaraan roda dua menjadi salah satu alternatif bertranportasi untuk para siswa-siswi SMP, sedangkan larangan memakai roda dua diterapkan, namun larangan itu tetap dlanggar, pelarangan itu sia-sia saja dterapkan.

“Ketika penggunaan kendaraan roda dua membahayakan mereka tentu mereka akan berpikir tidak akan menggunakannya. Maka dari itu kita minta agarpara murid lebih menyadari aturan-aturan penggunaan roda dua,” jelas dia.

Dirinya mengimbau, dalam penggunaan kendaraan roda dua khusus murid SMP di Kabupaten Kubu Raya, agar lebih berhati-hati dalam berkendara. Walupun kendaraan roda dua, kini telah menjadi kebutuhan bagi mereka.

“Pada umur segitu sudah dipastikan mereka tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM). Hanya saja, kalau bisa pihak orang tua juga bisa membatasi penggunaan roda dua tersebut, apabila memungkinkan orang tua bisa mengantar jemput anak-anak mereka,” tutupnya.

(Viky/Fasal)

Related Posts