FKUB Kalbar: Indonesia bukan Negara Agama

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Barat, Wajidi Sayadi menyebutkan secara khusus paham radikalisme sudah mengarah kekerasan.

Menurutnya, negara Indonesia berlandaskan Ketuhanan yang Maha Esa, dan bukan negara agama.

“Memang agama dengan negara tidak bisa dipisahkan tetapi ajaran agamanya yang patut dijaga, tidak radikal tapi juga tidak liberal, ini yang cocok dengan masyarakat Indonesia yang penduduknya majemuk,” ujar dia, Selasa (7/2).

Dalam mengantisipasi hal tersebut, ia mengatakan ke depannya dengan lembaga terkait, ketika mendapat informasi bahwa ada orang yang terlibat dalam hal tersebut, maka dikoordinasikan dengan yang bersangkutan dengan cara menemui langsung, dan dari situlah akan di dapati data.

“Kalau tidak ditemui secara langsung, khawatir muncul persepsi berbeda,” tuturnya.

Menurutnya, seperti apa yang telah diucapkan tadi, bahwa radikalisme tingkatannya cukup banyak, ada kelompok inti, militan, pendukung, simpatisan dan masyarakat umum.

“Kita di Kalbar setau saya masih dalam tahapan cukup kecil tetapi antisipasi menjadi penting, terutamanya di pihak kepolisian tetapi harus dibantu juga oleh tokoh-tokoh agama yang sangat berperan,” tutupnya.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts