Resmi Beroperasi, Pemkot Gratiskan Pelajar Naik BRT Selama Dua Pekan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Lima unit Bus Rapid Transit (BRT) bantuan dari Kementerian Perhubungan RI resmi beroperasi. Peresmian bus itu ditandai dengan prosesi tepung tawar oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji beserta Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Rabu (8/2).

Sutarmidji memastikan, tarif yang berlaku khususnya bagi pelajar jauh lebih murah dibandingkan dengan penumpang umum, karena disubsidi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Diakuinya, meskipun bus ini mengangkut penumpang umum, namun lebih diprioritaskan bagi para pelajar. Terutama pelajar SMP yang dilarang membawa kendaraan bermotor karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Pelajar hanya dikenakan tarif antara Rp1000 hingga Rp1500. Tapi dalam dua pekan ini saya minta digratiskan dulu,” ujarnya.

Sementara, untuk tarif penumpang umum, diperkirakan berkisar antara Rp4500 hingga Rp5000. Tarif itu sengaja dipatok diatas tarif oplet yang berlaku supaya tidak mematikan transportasi yang sudah ada lebih dulu.

“Kalau tarif bus lebih murah, dikuatirkan penumpang oplet semakin berkurang,” katanya.

Untuk operasionalnya, pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan Damri dengan dana subsidi senilai sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,4 miliar selama setahun. Sedangkan pendapatan yang diperoleh dari bus itu menjadi pemasukan bagi Pemkot.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengatakan, setelah diresmikannya BRT ini, secepatnya bus-bus ini beroperasi ke sekolah-sekolah yang memerlukan kehadiran bus untuk transportasi mereka dari rumah ke sekolah dan sebaliknya.

Meskipun hanya ada 7 titik halte, namun pada pengoperasiannya, bus ini akan lebih fleksibel untuk mengangkut penumpang khususnya para pelajar.

“Ada beberapa lokasi yang diperlukan para pelajar seperti di Jalan Kom Yos Sudarso atau Jeruju yang tidak ada halte. Kebanyakan pelajar berdomisili di Jeruju. Nanti kita akan sepakati dengan para pelajar untuk menentukan titik kumpul penjemputan,” terangnya.

Bus berwarna biru itu mulai beroperasi sekitar pukul 05.00 WIB dan berakhir sebelum pukul 18.00 WIB. Pihaknya sengaja beroperasi lebih awal supaya tidak ada keterlambatan pelajar ke sekolah akibat menunggu bus terlalu lama.

Diakui Utin, kehadiran lima unit bus ini memang belum bisa mencakup seluruh wilayah atau kecamatan se-Kota Pontianak.

“Namun kita akan menetapkan skala prioritas. Kehadiran bus ini diperlukan oleh pelajar sebagai jawaban kebutuhan pelajar akan transportasi umum,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts