Pemkab Kapuas Hulu Anggarkan Rp9 M untuk Bangun Mes Pemda

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berusaha menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk menambah PAD tersebut, Pemerintah Kapuas Hulu akan pembangunan Mes Pemda. Dana sebesar Rp9 Milyar pun telah disiapkan melalui APBD tahun 2017.

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH mengatakan, lokasi pembangunan mes tersebut ada di kawasan rumah dinas DPRD sekitar jalan Rahadi Usman Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara.

“Rumah dinas DPRD itu memang mulai dibongkar karena kita mau bangun mess pemda,” kata AM Nasir Bupati Kapuas Hulu, Kamis (9/2).

Nasir mengatakan, Pemkab Kapuas Hulu sudah menyiapkan dana sebesar Rp9 miliar untuk membangun mes tersebut. Setelah jadi mes pemda ini akan dikelola langsung Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.

“Karena selama ini usaha BUMD itu belum ada, makanya kami ingin mengembangkan pembangunan mes atau penginapan ini,” ujarnya.

Dakui Nasir, ketika ada acara besar di Bumi Uncak Kapuas pihaknya kerap kesulitan untuk menempatkan tamu dari luar, sebab penginapan terbatas.

“Kami ingin menyelesaikan masalah seperti itu, selain itu juga jika dilihat dari PAD nya ini lumayan besar jika dikelola dengan baik,” tuntasnya.

Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Istiwa, membenarkan kalau lokasi rumah dinas DPRD Kapuas Hulu tersebut dibangun mes atau penginapan yang akan dikelola oleh perusahaan daerah.

“Kami sudah beberapa kali rapat untuk kesepakatan pembangunan hotel ditempat tersebut,” tuturnya.

Istiwa menjelaskan, wacana pembangunan hotel di areal rumah dinas dewan tersebut sebenarnya sudah lama yakni dari tahun 2014 dan baru terealisasi pada tahun 2017 ini.

“Kamikan harus menyelesaikan dulu masalahnya baik itu masalah tanah dan lainnya. Tapi sekarang sudah clear urusannya,” tuturnya.

Untuk aset bangunan yang sudah dirobohkan itu kata Istiwa tentunya akan dilelang, proses lelang tersebut tentunya pihaknya akan bekerjasama dengan pemilik sementara yakni Sekretariat Dewan.

Lanjut Istiwa, ia tidak menampik jika kondisi bangunan rumah dinas dewan tersebut dianggap masih layak untuk ditempati, namun karena kebijakkan pemerintah rumah tersebut harus dirobohkan dan diganti pembangunannya menjadi mes.

”Saya disini hanya melanjutkan kebijakan pimpinan yang sudah disepakati,” tutupnya.

(Yohanes/Fasal)

Related Posts