Warga Jakarta akan Terganggu Terima Gubernur Berstatus Terdakwa

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – DPRD DKI Jakarta tidak menepis kembalinya lagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Gubernur DKI, usai cuti akan menganggu opini warga ibu kota, karena dengan jabatannya Ahok masih harus menjalani persidangan sebagai terdakwa penistaan agama.

“Ini masalah kultur, kita memikirkan bagaimana psikologis sosial di masyarakat memiliki gubernur tapi juga berstatus terdakwa dan menjalani persidangan,” kata Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif, kepada Rimanews, hari ini.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hingga kini belum mengeluarkan surat pemberhentian terhadap Ahok sebagai gubernur. Dirinya menyebut masih menunggu pembacaan tuntutan jaksa terhadap Ahok.

Dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 83, dan Peraturan KPU, kepala daerah yang berstatus terdakwa harus diberhentikan sementara.

Sumarsono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI sekaligus Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri belum lama ini memastikan bahwa Ahok akan kembali mengisi jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta setelah masa cutinya berakhir di tanggal 11 Februari 2016. Bahkan, Soni sapaan karib Sumarsono menyebutkan pada hari itu diriya akan menggelar acara serah terima jabatan dengan Ahok.

Syarif memahami pernyataan Soni dengan mempertimbangkan aturan yang ada khususnya di Kemendagri. Kemungkinan terbesar, menurutnya, ketika Ahok sedang disibukan dengan proses hukumnya, maka Djarot yang akan menggantikan.

(rimanews.com/muh)

Related Posts