Ini Alasan KUR Tidak Merata Menurut Menko Perekonomian

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Menterian Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, sebaran KUR yang sebagian besar disalurkan di Jawa lantaran perkembangan sektor pertanian dan perekonomian masih terpusat di pulau ini.

“Jadi kalau 54 persen KUR di Jawa ya masih wajar. Memang kekuatan riil nya ini. Sehingga jangan lihat ini sebagai konsentrasi, ketimpangan. Memang orangnya banyak di Jawa, produksi padi juga segitu. KUR-nya juga dong,” ujar Darmin.

Pemerintah mencatat, penyaluran KUR di Jawa Tengah sebesar 17,9 persen atau Rp 16,9 triliun, Jawa Timur 15,5 persen atau Rp 14,6 triliun, dan Jawa Barat sebesar 12,6 persen atau Rp 11,9 triliun. Secara menyeluruh, penyaluran KUR di Jawa menyentuh 54,6 persen.

Darmin mengatakan, memang angka penyaluran kredit di Pulau Jawa masih lebih besar daripada provinsi lain di luar Jawa seperti Sumatra sebesar 20,2 persen, Sulawesi 9,4 persen, Balu dan Nusa Tenggara sebesar 7,4 persen, dan Kalimantan sebesar 6,1 persen. Sementara penyaluran KUR di Papua tercatat 1,6 persen dan Maluku sebesar 0,7 persen.

Darmin menyebutkan, selain karena sektor pertanian dan aktivitas perekonomian masih berputar di Jawa, angka kemiskinan juga banyak ditemukan di Jawa. Data pemerintah menyebutkan, lanjutnya, lebih dari 50 persen penduduk miskin berada di Jawa.

Kemenko Perekonomian merinci, penyaluran KUR hingga akhir 2016 sebesar Rp 94,4 triliun, atau di bawah targetnya sebesar Rp 100 triliun. Pemerintah memasang aturan terkait lembaga penyalur KUR, di mana bank atau lembaga keuangan tidak diperkenankan memiliki NPL di atas 5 persen.

Berdasarkan jenis usaha, industri mikro mendapat penyaluran KUR sebesar Rp 65,6 triliun atau 69,5 persen dari keseluruhan penyaluran KUR. Sementara jenis usaha ritel mendapat porsi sebanyak Rp 28,6 triliun atau 30,3 persen. Sisanya, penyaluran KUR diberikan untuk penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri sebesar Rp 177 miliar atau 0,2 persen.

Tahun 2017 ini, total plafon KUR yang disiapkan sebesar Rp 110 triliun. Dari angka tersebut, KUR yang akan disalurkan ke sektor produksi diprediksi sebesar 40 persen dengan anggaran subsidi bunga KUR Rp 9,22 triliun.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts