Sepanjang 2016, Rabies di Kabupaten Ketapang Mencapai 242 kasus

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Sepanjang tahun 2016 kasus rabies yang disebabkan gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Ketapang mencapai 242 kasus.

Dari 242 kasus yang ada kasus terbanyak terdapat di Kecamatan Delta Pawan yang mencapai 44 kasus. Meskipun tinggi, namun dalam kurun satu tahun tersebut tidak terdapat adanya korban jiwa.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, sepanjang  tahun 2016 kasus rabies yang terjadi di Ketapang cenderung menurun jika dibandingkan pada tahun 2015 lalu.

Kasus rabies ini dipengaruhi dari adanya faktor kesadaran masyarakat yang tinggi akan pentingnya penangan rabies sejak dini ketika terkena gigitan hewan penular rabies tersebut.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, sepanjang tahun 2016 tercatat ada 242 kasus yang terjadi di 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Ketapang, diantaranya 11 kasus terjadi di Kecamatan Jelai Hulu, 17 kasus terjadi di Kecamatan Tumbang Titi, 17 kasus terjadi di Kecamatan Marau, tiga kasus terjadi di Kecamatan Manis Mata, 15 kasus terjadi di Kecamatan Sei Melayu, dan 26 kasus terjadi di Kecamatan Nanga tayap.

Selanjutnya 19 kasus terjadi di Kecamatan Kendawangan, 36 kasus terjadi di Kecamatan Sandai, empat kasus terjadi di Kecamatan Benua Kayong, dua kasus terjadi di Kecamatan Matan Hilir Selatan, 10 kasus terjadi di Kecamatan Simpang Hulu, dua kasus terjadi di Kecamatan Sungai Laur, tiga kasus terjadi di Kecamatan Pemahan, satu kasus terjadi di Kecamatan Muara Pawan, 18 kasus terjadi di Kecamatan Hulu Sungai, tiga kasus terjadi di Kecamatan Simpang dua, 10 kasus terjadi di Kecamatan Air Upas, satu kasus terjadi di Kecamatan Matan Hilir Utara.

Jika dibandingkan pada kasus sebelumnya, yakni pada  tahun 2014, dari 96 kasus gigitan, tujuh orang tercatat meninggal dunia, sedangkan pada tahun 2015 dari 368 kasus gigitan, tercatat tiga orang meninggal dunia.

Sedangkan pada tahun 2017 terhitung bulan Januari hingga Februari, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menyatakan untuk kasus rabies masih tidak ada.

Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Yulian Ningsih, mengharapkan agar kedepan masyarakat semakin sadar akan pentingnya penanganan dini terhadap penyebaran penyakit rabies di lingkungan masyarakat, hal tersebut guna mencegah terjadinya korban jiwa dari penularan penyakit rabies tersebut.

(Ras/Muh)

Related Posts