Wakil Wali Kota : Terkait Sumbangan dan Pungutan di Sekolah akan Mengacu Permendikbud

Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, yang memperbolehkan sekolah menarik sumbangan ke orang tua murid yang dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 75 tahun 2016, malah tak diketahui oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Saat ditanya mengenai hal tersebut, ia mengatakan jika memang sudah ada aturan yang mengatur hal itu maka pihaknya akan mengacu kepada peraturan pemerintah tersebut.

“Iya kah ? Ada kah aturannya ? Kalau sudah ada aturannya, kalau sudah ada Permen-nya atau surat keputusannya kita mungkin bisa mengacu itu, tapi jika belum ada, kalau baru lisan, kita  belum berani, karena sekarang ini kan rawan ya, apa masuk dalam kategori pungli atau bukan,” katanya, Sabtu (18/2).

Terkait sumbangan dan pungutan, Edi mengatakan, memang memiliki dua pengertian yang berbeda. Intinya sumbangan itu bersifat suka rela, semantara pungutan bersifat wajib, namun  tetap atas kesepakatan antara pihak sekolah dengan orangtua murid. Tidak bersifat memaksa sehingga tidak memberatkan orangtua.

Menurut Edi, selama ini pemerintah tidak pernah menyarankan, apalagi mengharuskan pihak sekolah menarik uang sumbangan atau pungutan kepada orangtua siswa. Misalkan untuk uang perpisahan dan semacamnya.

“Tapi jika memang mereka menginginkan ada acara perpisahan, misalnya, dan itu bersifat positif, dalam rangka silaturrahmi, itu pun atas kesepakatan bersama, itu wajar-wajar saja, yang pasti tidak ada yang diberatkan,” ujarnya.

Untuk biaya pendidikan di Kota Pontianak, lanjut Edi, pihaknya sudah sejak lama memberikan sekolah gratis bagi warganya pada sekolah negeri, dan memberikan beasiswa kepada siswa yang tidak mampu secara ekonomi.

(Agustiandi/Muh)

Related Posts