Lihat Politisi Pendukung Ahok, Massa di DPR Teriak: Turun

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Perwakilan Komisi III DPR menemui massa yang tengah demonstrasi di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/2)

Perwakilan DPR yang bertemu massa, di antaranya Ketua Komisi III dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, Trimedya Panjaitan, dan Arsul Sani.

Mereka menemui massa karena isu yang diangkat berkaitan dengan bidang Komisi III yaitu hukum.

Salah satu tuntutan massa yang digalang Forum Umat Islam adalah mendesak pemerintah memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama dari jabatan gubernur Jakarta, karena berstatus terdakwa, dan menghentikan proses hukum terhadap Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, serta pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab.

Setelah wakil rakyat naik ke mobil komando untuk menyampaikan tanggapan atas aksi siang ini, sebagian demonstran meneriaki Trimedya yang berasal dari PDI Perjuangan. PDI Perjuangan adalah partai pengusung Ahok.

“Woi, ngapain di atas turun,” teriak peserta aksi.

Rizieq Shihab yang juga berada di atas mobil komando menenangkan pendukungnya dengan mengajak mereka megucapkan takbir.

“Mari rekan rekan semua takbir, takbir,” kata Rizieq Shihab.

Bambang Soesatyo kemudian mengatakan bahwa DPR mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Kami akan lakukan paling tidak dua langkah. Pertama membawa aspirasi itu kepada pimpinan DPR untuk menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kedua besok kami akan bertemu dengan Kapolri dalam rapat dengar pendapat. Kami sampaikan tuntutan saudara-saudara sekalian,” kata Bambang Soesatryo.

“Demikian semoga Allah SWT melindungi kita semua,” Bambang menambahkan.

Tak lama setelah tujuan aksi tercapai, koordinator aksi mengajak massa untuk membubarkan diri.

Sekitar pukul 14.30 WIB, massa secara bertahap meninggalkan area depan gedung DPR.

“Mari semua rekan – rekan kita pulang kerumah masing masing. Semoga Aspirasi yang kita sampaikan diterima oleh wakil rakyat,” kata orator.

Massa diimbau untuk saling menjaga ketertiban dan kebersihan.

“Mari, jangan ada barang – barang yang ditinggalkan. Kalau bawa sampah dibuang di tempatnya ya semua. Hati-hati di jalan, mari takbir,” kata orator.

Setelah massa pergi, Jalan Gatot Subroto kembali dibuka untuk kendaraan umum.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts