Masih Memprihatinkan, Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Perbatasan

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kawasan Perbatasan RI-Malaysia di kabupaten Kapuas Hulu masih membutuhkan perhatian pembangunan dari Pemerintah. Hal yang paling utama adalah kebutuhan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, termasuk masalah infrastruktur.

Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Robertus, menilai, fasilitas umum, sarana prasarana di perbatasan memang perlu diperhatikan. Menurut dia, fasilitas yang perlu diperhatikan pemerintah tersebut seperti jembatan, akses jalan, listrik, kesehatan dan pendidikan masih perlu ditingkatkan.

“Seperti kecamatan Puring Kencana, ada tiga jembatan penghubung yang perlu dibangun, namun sampai sekarang belum direalisasikan oleh Pemerintah Pusat,” tegasnya, Jumat (24/2).

Jembatan-jembatan itu, kata Robert, sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat untuk mempermudah akses transportasi dan kegiatan perekonomian masyarakat. Tapi karena statusnya bukan kewenangan pemerintah daerah, jadi tidak bisa cepat dibangun.

“Pembangunan jembatan itu merupakan kewenangan Pusat,” tuturnya.

Selain itu, ruas jalan Badau-Empanang juga saat ini kodisinya sangat memprihatinkan, dimana jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sangat berat, sehingga perlu diperbaiki.

“Dengan kondisi jalan yang rusak masyarakat disana membeli sembako dari Malaysia, karena lebih dekat dan lebih murah. Mereka mengambil dari desa Sungai Antu (Indonesia) ke Batu Lintang (Malaysia),” terangnya.

Disisi lain, lanjut Robert, fasilitas listrik juga masih jadi masalah utama di perbatasan. Sampai saat ini masih ada beberapa desa di kecamatan Puring Kencana yang belum teraliri listrik, diantaranya desa sungai Mawang, sungai Antu, Merakai Panjang dan Kantuk Bunut.

“PLTMA memang sudah ada di Puring Kencana, namun jika air tidak hujan maka PLTMA tersebut tidak akan jalan, turbin pembangkit itu sendiri mengandalkan air dari sungai bukan dari bukit, sehingga itu tidak efektif. Permasalahan listrik ini akan disampaikan ke Pemerintah Pusat,” ungkap Robert.

Sedangkan untuk masyarakat Badau dan Empanang sendiri masih menggunakan listrik dari Malaysia.

Terkait pendidikan dan kesehatan di perbatasan, kata Robert, masyarakat di kecamatan Empanang, Badau dan Puring Kencana banyak yang bersekolah dan berobat ke Malaysia.

“Sebab di Malaysia ada program pendidikan gratis dan berkualitas, begitu juga pelayanan kesehatannya memadai dibanding kita disini. Hal ini jadi tanggungjawab pemerintah untuk menanggulanginya dengan menyediakan juga sarana dan prasarana yang memadai,” tutupnya.

(Yohanes/Muh)

Foto : Jalan Badau-Empanang yang semakin rusak parah/Yohanes

Related Posts