Diam-Diam Kegiatan PETI di Sekadau Masih Beraktivitas

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di kecamatan Sekadau Hilir rupanya diam-diam masih beroprasi

Aaktifias tersebut terbagi di wilayah desa Seberang Kapuas yakni Teribang, sedangkan untuk desa Peniti ada di dua lokasi yakni daerah Tanjak Dait dan Semaong, Padahal di wilayah-wilayah tersebut tidak ada lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Salah satu masyarakat Sekadau, Liban menyebutkan kegiatan tersebut jelas-jelas ada pelanggaran terhadap UU 04 tahun 2009 tentang Pertambangan.

“Kami merasa resah dengan limbah-limbah pencemaran yang di akibati oleh PETI. Tolong dong pihak terkait dalam hal ini aparat dan instansi terkait untuk menghentikan kegiatan yang sangat merugikan tersebut,” katanya, Selasa (28/2).

Menurutnya, dengan masih maraknya aktivitas PETI itu, menjadikan hutan rusak air sungai tercemar mercuri, belum lagi kerusakan lain, semuanya merugikan masyarakat, karena kegiatan itu hanya menguntungkan orang-orang tertentu saja.

Agar tidak terjadi pro kontra antar sesama masyarakat lanjut Liban, sebaikanya kegiatan tersebut dihentikan.

“Karena siapapun mereka baik kalau ada yang menbackup warga tetap akan bertindak sendiri. Jika permintan kami tidak di gubris oleh aparat,” terangnya.

Ketika ditanya dengan kepala desa Seberang Kapuas tentang kegiatan PETI di wilayahnya, ia menjawab tidak ada.

“Tidak ada bang saya sudah cek kelapangan, mungkin di wilayah desa lain. Karena salah sangka mereka tidak tahun batas desa,” kata Yemi kades Seberang Kapuas.

Hal yang sama juga dikatakan oleh kepala desa Peniti. Ia tidak mengetahui secara jelas kegiatan di wilayahnya. Karena warga juga tidak melapor ketika melakukan kegiatan PETi.

“Saya tidak tahu kalau ada kegiatan PETI di wilayah saya. Karena sampai sekarang belum ada laporan kepada saya. Jadi, saya tidak tahu,” katanya.

(Yahya/Faisal)

Related Posts