Mengubah Pemikiran Agar Ramah Lingkungan dan Tidak Membuang Sampah ke Sungai

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Nizar Hartady, mengatakan, bahwa sampah di sungai merupakan sisa produksi manusia yang kebanyakan berada di tepian sungai.

Menurut Nizar, ada beberapa hal yang menyebabkan faktor tersebut, seperti mindset atau pemikiran yang belum ramah lingkungan dengan cara membuang sampah langsung ke sungai.

“Dari mindset yang belum ramah lingkungan itu lalu timbul lah mental dan karakter cuek, yaitu membuang sampah menjadi kebiasaan, dan jika terus seperti ini bukan tidak mungkin sungai akan tercemar dari sampah, belum lagi limbah dari rumah tangga dan industri,” sebut Nizar, Minggu (5/3).

Dalam hal ini, kata Nizar, bahwa tidak hanya bisa menunggu Pemerintah saja dan jika hanya menunggu maka masalah tersebut tidak akan pernah selesai.

“Harus ada kegiatan atau gerakan yang mudah, murah dan meriah, maka jika suatu kegiatan dilakukan bersama maka akan terasa mudah, murah dan meriah,” ucap Nizar.

Untuk mencapai sesuatu yang seperti itu, diperlukanlah kolaboraksi untuk membuat sungai bersih dan masyarakat yang peduli lingkungan.

“Hal itu akan terwujud dengan adanya kegiatan gotong royong masyarakat bersama pemerintah untuk membersihkan sungai,” ujarnya.

Selain kolaboraksi, edukasi kepada masyarakat juga diperlukan serta pembagian tempat sampah pilah ke setiap rumah untuk mengurangi volume sampah dari rumah tangga.

“Juga edukasi lingkungan kepada siswa sekolah untuk menciptakan generasi peduli dan ramah lingkungan, jika semua itu dilakukan pasti bisa mempercepat sungai lebih bersih dari sampah,” tuturnya.

Untuk saat ini, Nizar mengungkapkan, bahwa volume sampah yang ada di sungai semakin berkurang, karena sering diadakannya kegiatan gotong royong yang banyak diikuti para partisipan, kemudian masyarakat yang aktif turun langsung untuk membersihkan sungai.

(Maulidi/Muh)

Related Posts