Bripda Ivan Dwi Perkasa, Dapat Penghargaan Juara Umum dan Siswa Tabah

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Suatu kebanggaan bagi Brigadir Dua (Bripda) Ivan Dwi Perkasa, salah satu Bintara yang mendapatkan penghargaan sebagai juara Umum Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polda Kalbar dan penghargaan siswa tabah dalam mengikuti pendidikan Bintara Polri, di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Anak kedua dari Ibu Rosalina yang berdomisili di Kabupaten Ketapang tersebut mengatakan, kunci dari keberhasilan yang ia dapati yaitu adalah semangat.

“Semangat dalam menjalani pendidikan, kita menuntut ilmu Kepolisian di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) itu harus semangat, apalagi kondisi kita tiap hari binaan fisik dan 44 mata pelajaran yang harus ditempuh, jadi kunci pertama itu semangat,” ucap Ivan, Selasa (7/3).

Selain pendidikan, mental dan jasmani yang dilakukan dalam pendidikan yang dilaksanakan selama tujuh bulan tersebut, ia juga mengatakan bahwa banyak kesan yang ia dapati.

“Banyak kesan, karena kita ketemu sama orang atau rekan yang lain dari berbagai berbagai daerah, dengan berbagai macam suku disatukan selama tujuh bulan apalagi dua bulan pertama kita belum boleh keluar, kita disitu berbaur menjadi satu Detasemen,” ujar Ivan.

Selain semangat, awal dalam mencapai keberhasilan tersebut, dirinya yang kini berpangkat Bripda menceritakan persiapan untuk menjadi juara umum itu adalah berdasarkan tekad serta perjuangan dari orang tuanya.

“Kemaren kita sudah tekad, perjuangan orang tua sudah maksimal, mulai dari pikiran dan biaya atau ongkos dari Ketapang untuk ke Pontianak, mental, jadi saya tidak mau mengecewakan bapak dan ibu saya, jadi saya benar-benar berlatih dan berjuang,” aku pria lulusan SMA N 1 Ketapang itu.

Dengan kelulusan yang ia dapati, Ivan berkomitmen untuk menjadi polisi yang baik, karena menurut dia polisi yang baik itu adalah polisi yang bisa menampung aspirasi masyarakat, yang bisa memecahkan permasalahan masyarakat, bukan  polisi yang membuat masalah kepada masyarakat.

“Jadi kita yang menyesuaikan diri kepada masyarakat (mengabdikan diri),” sambungnya.

Atas kelulusan yang ia terima tersebut, ia juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh keluarganya.

“Ribuan terima kasih saya ucapkan kepada bapak sama mama dan juga kakak, yang sudah mendukung saya menjadi anggota Polri, kebetulan bapak tidak bisa hadir karena ngawas ujian,” ucapnya.

Di tempat yang sama, ibu Ivan Dwi Perkasa, Rosalina, mengaku bahwa dirinya tidak memaksakan anaknya untuk menjadi anggota Polri.

“Tidak ada paksaan dari orang tua, diwaktu kecil memang pernah memiliki cita-cita menjadi Polisi,” aku ibu Ivan tersebut.

Ibu yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan swasta tersebut juga memastikan bahwa untuk menjadi anggota Polri tidaklah dipungut biaya, apalagi sampai menyalahi aturan.

“Buat orang tua yang berpikiran masuk polisi itu memerlukan biaya, itu tidak benar, utamakan kemauan anak tersebut untuk mencapai cita-cita,” ucap Rosalina.

(Maulidi/Muh)

Related Posts