Kiswah Raja Salman Seolah Jadikan Istiqlal Bagian dari Ka’bah

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Muzammil Basyuni berharap potongan kain Kiswah Ka’bah yang diberikan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud kepada Masjid Istiqlal, bisa bagian dari makan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Pasalnya potongan kain Kiswah Ka’bah yang bertuliskan Surat Al Baqarah ayat 125 yang diberikan merupakan salah satu kain penutup Ka’bah.

“Maka mudah mudahan dengan lafal dan ayat itu Masjid Istiqlal adalah bagian dari makam Ibrahim,” ujar Muzammil usai peresmian pemasangan kain Kiswah Ka’bah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (10/3).

Tak hanya itu, Muzammil menuturkan pemberian potongan kain Kiswah kepada Masjid Istiqlal merupakan sebuah hadiah yang tidak ternilai harganya, yang pemberiannya menjadi sebuah amanah bagi Masjid Istiqlal.

“Bahwa ini adalah tanda dan manifestasi syukur kita, penghargaan kita, kepada orang yang telah begitu peduli menghadiahkan potongan kiswah yang maknanya demikian tinggi nilainya dan sekaligus sebagai pertamggungjawaban kita,” kata dia.

Potongan kain Kiswah Ka’bah kini telah dibingkai dan terpasang di dinding tepat di atas mimbar lantai utama Masjid Istiqlal.

Pemasangan potongan kain Kiswah tersebut dipasang di lantai utama, agar semua masyarakat yang datang ke Istiqlal bisa melihat kain Kiswah pemberian Raja Salman.

“Ini hadiah yang tak ternilai, monggo disaksikan dan dihayati apa pesan di dalamnya,” ucap Muzammil.

Lebih lanjut, Muzammil menuturkan bahwa Pemerintah Arab Saudi berencana membantu pembuatan museum di Masjid Istiqlal seperti di Masjidil Haram. Adapun pembangunan museum tidak akan merubah bangunan Masjid terbesar di Asia Tenggara dan Masjid terbesar ketiga di dunia.

“Duta Besar Saudi Arabia menjelang kehadiran beliau (Raja Salman) telah menyampaikan, alangkah indahnya jika museum seperti apa yang sudah ada di Masjidil Haram dapat juga dibawa ke sini, dan Saudi Arabia kembali menawarkan jasa baik, mudah-mudahan bagi kita ini tidak ada kendala karena Masjid Istiqlal udah menjadi cagar budaya, mudah mudahan pembangunan itu tidak merusak kecagarbudayaan itu,” katanya.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts