Kebakaran Lahan Masih Terus Mengancam

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, cuaca di tahun 2017 diperkirakan akan lebih panas ketimbang tahun 2016, sebab itu kewaspadaan pelaku perkebunan dan masyarakat perlu dijaga.

“Kita sudah melakukan koordinasi antisipasi risiko kebakaran hutan, semisal di Kalteng dan akan terus dilakukan ke tempat lain, lantas begitu ada tanda api langsung di respons, cara demiian juga untuk menepis perkebuan identik dengan kebakaran lahan,” kata Bambang, Senin (13/3).

Indonesia termasuk negara yang paling rawan kebakaran hutan dan lahan karena memiliki musim kemarau yang sangat rentan terjadinya kebakaran. Ditambah lagi seringnya para pengusaha perkebunan yang membuka perkebunan dengan cara membakar lahan.

Karena itu tutur Bambang, terkait antisipasi kebakaran lahan telah dilakukan pihaknya lewat koordinasi dengan berbgai pihak.

Bambang menambahkan, untuk mencegah terjadinya kekeringan, bagi tanaman sawit yang masih muda bisa sekiranya dilakukan tumpangsari dengan tanaman jagung, sesuai program pemerintah dalam upaya meningkatkan integrasi sawit-jagung.

Dengan cara ini harapannya kelembapan lahan bisa dijaga, lantaran ada tanaman jagung, lantaran penyiraman akan rutin diakukan serta mendorong pelaku untuk membuat embung air, atau rorak sehingga air hujan bisa ditampung lebih lama.

“Pada prinsipnya ada komitmen ingin tampil memberikan contoh yang baik sesuai dengan UU perkebuan,” tandas Bambang.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts