Dua Lapak di Flamboyan Dibayar Rp 110 juta, Setahun Sudah Dibayar Namun Tak Diberikan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Agus (32) satu diantara pedagang pasar Flamboyan Kota Pontianak mengeluh lantaran tak kunjung mendapatkan lapak yang telah dibelinya  lebih dari setahun yang lalu.

Menurutnya, ia membeli dua buah lapak kepada seorang oknum Pengurus Asosiasi Pasar Flamboyan dengan harga Rp110 juta, namun sudah lebih dari satu tahun, oknum tersebut tak juga merealisasikan janjinya memberikan los tersebut kepadanya.

“Si oknum ada nawarkan aku tempat, harga yang dia tawarkan Rp110 juta, untuk dua tempat (lapak), terus aku sanggupin,” katanya, Rabu (15/3).

Lantaran uang dari Agus kurang, ia membayar dengan tiga tahapan. Ia mengatakan memberi uang kepada oknum tersebut senilai Rp30 juta sebagai DP-nya. Berselang beberapa waktu ia kembali membayarkan uang Rp60 juta, dan terakhir Rp20 juta.

Namun, atas transaksi tersebut, diakuinya tidak ada kwitansinya. Lantaran sebelumnya sudah melakukan transaksi yang sama tanpa masalah.

“Waktu transaksi oknum tersebut masih belum sebagai Pengurus Asosiasi Pasar Flamboyan, masih calo-calo gitu saja, jadi setelah duit ku serahkan, dia beralasan nanti lah-nanti lah, sedang diurus-sedang diurus, sampailah sekarang,” papar warga Kabupaten Kubu Raya tersebut.

Agus menceritakan, sang oknum menawarkan lapak tersebut kepadanya lantaran tidak ada lagi pedagang yang mengurus lapak tersebut, dan akan diambil alih oleh pemerintah.

“Jadi lapak itu sudah tidak lagi diurus oleh pemiliknya, sudah tidak lagi dibayar, jadi dengan dia mau dijual lagi dengan aku, kita percaya dengan dia karena dia orang pemerintah kan, ibaratnya yang dulu-dulu PNS saja bisa beli dengan dia, jadi kita percaya lah,” paparnya.

Agus mengungkapkan, berdasarkan pengakuan oknum tersebut, uang yang telah diberikannya itu, lantas disetorkan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo.

“Kata oknum tersebut, uang yang saya berikan kepadanya, diserahkan ke Pak Haryadi, namun setelah saya tanya langsung ke Pak Haryadi, dia tidak mengaku, malah pak Haryadi bertanya balik ke saya tentang kwitansinya, mana aku tahu kan, itukan urusan intern dia kan, makanya dengan masalah ini aku bertanya ke pak Haryadi,” cerita Agus yang telah berdagang di sana sejak 12 tahun lalu itu.

Lebih jauh ia mengatakan, sebenarnya harga normal dari lapak pasar Flmboyan Rp12 juta. Itupun untuk pedagang lama yang memiliki Surat Penunjukan Tempat Usaha (SPTU).

“Kalau kita beli berdasarkan harga resmi dari pemerintah nggak bakalan dapat,” timpalnya.

Ia berharap kalau pun lapak yang dijanjikan tersebut tidak ada lagi, seharusnya uang Rp110 juta itu harus dikembalikan lagi kepada dia.

“Yang jelas aku menyerahkan uangnya dengan oknum tersebut, jadi oknum tersebut harus kembalikan uang itu, dan kepada Pak Haryadi sebagai atasannya harus membantu lah untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga saat ini, sang oknum dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo, belum berhasil dikonfirmasi.

(Tim Liputan)

Related Posts