Kasus Busung Lapar Dominan di Pedalaman Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kasus busung lapar dan gizi buruk menjadi permasalahan secara nasional. Bahkan di Kapuas Hulu dua masalah ini acap kali ditemukan. Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, tidak menepis adanya kasus gizi buruk dan busung lapar tersebut di wilayah yang ia pimpin.

“Pernah ada kejadian busung lapar ini, tapi dia bukan tinggal di desa tapi di pedalaman yang jauh dan tidak termonitor petugas. Penderita itu bermukimnya jauh dari kampung dan sendirian di kebunnya,” ulasnya, ketika ditemui di Indoor Putussibau.

Menurutnya, pemerintah sendiri sudah berupaya menekan agar kasus gizi buruk dan busung lapar berkurang. Hanya saja yang jadi persoalan, kata dia, selama ini tak terjangkau pengawasan, karena dominan di daerah pedalaman yang jauh dari permukiman masyarakat.

“Kalau ini bisa diperhatikan bersama, saya yakin tidak ada kejadian busung lapar atau gizi buruk itu,” tuturnya.

Nasir menegaskan, busung lapar memang jadi tanggungjawab bersama, baik dirinya selaku kepala daerah, SKPD, begitu juga Camat dan Kades.

Menurutnya, informasi sedini mungkin dari desa dan dusun itu yang diharapkan, agar instansi terkait dapat segera melakukan pelayanan.

“Saya minta dari tingkat RT, RW dan Dusun, kalau mengetahui ada masyarakat yang menderita busung lapar dan gizi buruk agar memberi tahu kepada petugas terkait, Kepala Desa atau Camat,” paparnya.

Untuk penanganan busung lapar dan gizi buruk, Nasir menilai pemerintah kabupaten sudah memberi perhatian yang cukup besar. Tinggal memaksimalkan di jangkauan informasi di masyarakat, sehingga ketika ada penderita segera ditangani.

(Yohanes/Muh)

Related Posts