Kebakaran Pasar Teluk Melano Hanguskan Puluhan Ruko dan Kios

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com Pasar Teratai kini tinggal arang. Pasar terbesar di wilayah Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara yang terletak di Desa Teluk Melano itu di terbakar pada Jumat (17/3) dini hari tadi.

Dari 38 bangunan (ruko dan kios) yang berdiri di kompleks pasar milik pemerintah daerah itu, enam kios diantaranya rusak ringan. Selebihnya, sebanyak 32 ruko dan kios rata dengan tanah, dan kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.20 WIB oleh tim pemadam kebakaran swasta dan pihak  Kayong Utara, kuat dugaan api berasal dari arus pendek aliran listrik di salah satu counter HP di kompleks Pasar Teratai.

Terbakarnya pasar tradisional ini bukan kali pertama. Menurut Pemuka Masyarakat Simpang Hilir, Abdul Rani, sebelumnya hal serupa sudah sering menimpa pusat perekonomian masyarakat Simpang Hilir ini. Bahkan peristiwa kebakaran ini sudah terjadi yang keempat kalinya.

Salah satu korban kebakaran, Nur (48) terlihat sedih. Ia bersama dua anaknya terkejut dan langsung keluar dari kios tempat dia berusaha ketika melihat api membara, pemilik usaha salon ini pun mengaku tidak dapat menyelamatkan barang miliknya.

“Hanya bantal ini yang dapat kami selamatkan,” kata Nur sambil menunjuk beberapa bantal tidur yang ditumpuk di depan teras rumah warga sekitar.

Nur mengaku merugi puluhan juta. Ia pun berharap agar pemerintah setempat dapat memberikan bantuan agar beban hidupnya sedikit ringan.

“Kalau kerugian untuk nilai barang-barang usaha mencapai puluhan juta, termasuk duit ikut terbakar,” terangnya.

Hal serupa pun dialami Becek (66) wanita yang sudah renta ini hanya pasrah ketika melihat tempat usahanya ludes tak tersisa. Ketika terbakar, Becek tidak di tempat dan numpang tidur di tempat rekannya, Jenah di Jalan Kesehatan, Desa Teluk Melano.

Becek yang membuka usaha jahit sejak enam tahun silam, terpaksa harus kehilangan satu unit honda Supra, 5 mesin jahit, dua mesin obras, peralatan dan bahan baju tak dapat diselamatkan dari amukan api.

“Kios saya kunci, jadi semuanya ada di dalam tak dapat diselamatkan dari api,” kata Becek yang datang ke kios ketika api mulai berhasil dipadamkan.

Pasca kebakaran, Bupati Kayong Utara, H Hildi Hamid dan juga Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus meninjau lokasi. Keduanya yang datang tidak bersamaan, melihat puing-puing sisa kebakaran. Bupati Kayong Utara pun memerintahkan staf untuk mendata seluruh korban.

(Rizal/Faisal)

Related Posts