Kuota Belanja Ke Jiran Masih 600RM

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di kabupaten Kapuas Hulu, tanggal 16 Maret 2017 lalu.

Meski sudah naik status dari soft-lounching ke grand-lauching, pihak Bea dan Cukai setempat menegaskan tidak ada perubahan prosedur, khsusunya dalam kuota belanja masyarakat perbatasan Indonesia ke wilayah Malaysia.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Badau, Indra Mustika Wiratama, mengatakan, grand-louching PLBN Badau oleh Presiden, tidak mengubah ketentuan yang berlaku dari aturan sebelumnya. Dia menjelaskan, tidak berarti dengan dilauching resmi kuota belanja itu bertambah atau di bebaskan.

“Terkait kuota belanja itu tidak ada perubahan,” tegasnya, Minggu (19/3).

Indra menyatakan, kuota belanja antara warga perbatasan Indonesia dan Malaysia, sudah diatur. Hal tersebut, kata Indra, sudah tertuang dalam kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia, yang dinataranya mengatur tentang besaran jumlah belanjaan yang diperbolehkan.

“Kita tidak bisa keluar dari itu,” ujarnya.

Seperti yang sudah berlaku selama ini, kata Indra, jatah belanja masyarakat perbatasan di Malaysia adalah 600 RM perorang, perbulannya. Hal tersebut pun, kata Indra, sekedar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja.

“Dalam artian tidak boleh diperjual belikan, apalagi dalam sekala yang besar,” tegasnya.

Indra berharap, dari pintu PLBN Badau, Indonesia bisa mendapat pendapatan yang besar dari devisa ekspor. Demikian pula dengan masyarakat sekitar, Indra, mengaharapkan, ada peningkatan ekonomi yang signifikan.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts