Giat Anshorrahman Terpiih Pimpin Forum Komunikasi Mahasiswa Sekadau

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Forum komunikasi mahasiswa kabupaten Sekadau mengadakan musyawarah besar ke VIII di aula KNPI provinsi Kalbar, Mubes kali ini mengangkat tema “Membuka Gerbang Musyawarah Menuju Pemimpin Organisasi yang Demokratis”.

Giat Anshorrahman terpilih menjadi ketua umum Forum Komunikasi Mahasiswa kabupaten Sekadau (Fokmas) mengungkapkan terima kasih kepada forum yang telah mempercayai amanah sebagai ketua umum kepada dirinya.

“Terima kasih juga kepada senior dan Alumni yang selalu mengarahkan, dan mendukung untuk kesinambungan organisasi mahasiswa tertinggi di tingkat daerah kabupaten sekadau,” ucapnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan berkordinasi, komunikasi, dan silaturahmi ke pemeritah daerah terkait beberapa hal yang ingin di sampaikan berupa gagasan kawan-kawan mahasiswa sekadau terhadap pembangunan di kabupaten Sekadau.

Selain itu,akan mempercepat  legalitas Fokmas agar terdaftar di Kesbagpol  Sekadau secara administratif.

“Karena selama ini permasalahan yang terus dibahas didalam forum adalah legalitas tersebut . Kita akan menghimpun seluruh mahasiswa kabupaten Sekadau agar sebagai generasi pembaharuan untuk selalu bersinergis memberikan kontribusi berupa gagasan, dan gerakannya untuk pembangunan kabupaten Sekadau kedepannya.

Menurutnya, forum ini merupakan wadah berhimpun mahasiswa Sekadau, sehingga dirinya berharap kepada mahasiswa Sekadau dapat berkejasama untuk membantu menjalankan amanah, dan selalu mengawal kepengurusan ini agar lebih baik lagi.

“Adapun untuk program jangka panjang tentunya akan dibahas didalam rapat kerja fokmas dengan memperhatikan rekomendasi,” ujar mahasiswa IKIP PGRI Pontianak ini.

Dedi Ariyadi selaku demisioner ketua umum fokmas sebelumnya, berharap dengan terpilihnya Giat Anshorrahman maka diharapkan ada perbaikan untuk organisasi.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah berkontribusi selama setahun kepengurusan, semoga minat mahasiswa sebagai generasi terdidik terhadap organisasi terus meningkat,” terangnya.

Karena, menurutnya jika mahasiswa jauh-jauh merantau hanya untuk kuliah tanpa menggali, dan mengasah potensi diri yang ada hanya akan sia-sia, karena keterampilan berorganisasi sangat bermanfaat untuk membangun bangsa dan daerah agar mahasiswa tidak Sekedar lahir sebagai beban negara, tetapi memiliki semangat kepeloporan dalam membangun daerah.

(R/Faisal)

Related Posts