Ini Rahasia Sutarmidji dalam Mengangkat Pangkat Pegawainya

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pada acara Seminar Publik sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (20/3), ada hal menarik yang disampaikan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

Meski ucapannya bernada gurauan, namun ia memastikan apa yang dikatakannya ini menjadi satu diantara indikator dirinya, selaku kepala daerah mengangkat pangkat pegawai pada jajaran pemerintahan Kota Pontianak.

Selain capaian prestasi dalam kinerja yang menjadi indikator utama dalam kenaikan pangkat, ada suatu kriteria pembeda yang menjadi bahan pertimbangan Calon Gubernur Kalbar tersebut. Ternyata gaya hidup pegawainya menjadi indikator yang dipegangnya selama ini.

“Sebenarnya kalau kita lihat gaya hidup  pegawai itu, kita lihat dari bajunya, saya selalu lihat itu, misalnya eselon IV, pakai baju coklat, tapi kainnya bagus, gitu kan, nggak bakalan saya naikkan ke eselon III, ini benar saya buka udah rahasianya,” katanya seraya disambut tertawa peserta acara tersebut.

Pada acara tersebut ia juga menyebut satu diantara nama kepala jajaran pemerintahan Kota Pontianak yang gemar menggunakan baju dinas berwarna coklat. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Aswin Thaufik diucapkannya saat itu.

“Pak Aswin ini kenapa dia suka warna coklat karena dia di lapangan, saya masih toleransi, karena ke lapangan, matikan api yang membakar lahan, karena dia kepala BPBD, tapi dia seumur-umur saja di situ, gara-gara pakaian kamu lain dari orang lain,” ucapnya.

“Kalau sudah ditentukan bahannya itu, siapapun dia pakailah bahan itu, kecuali kamu beli sendiri, tapi warnanya  harus sama. Ini  kadang dia lebih bagus dari Wali Kota,” sambungnya, yang kembali mengundang gelak tawa peserta.

Midji menambahkan, tak hanya kepala BPBD, masih ada beberapa orang pegawai di jajaran Kota Pontianak yang sama seperti itu.

“Saya tidak mau naikan, karena gaya hidupnya bisa merusak dia, percaya omongan saya, dia tampil saja begitu, gimana dia mau bina anak buahnya,” pungkasnya.

(Agustiandi/Muh)

Related Posts