Pendangkalan Kolam PPN Hambat Aktivitas Bongkar Muat Kapal

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kasi Tata Kelola dan Pelayanan usaha pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Randi Ariyanto Sue mengungkapkan pendangkalan kolam pelabuhan yang terdapat di PPN Pemangkat turut menghambat aktifitas bongkar ikan di pelabuhan.

Ia mengatakan sedimentasi yang terjadi terhadap Pelabuhan sudah berlangsung lama, sehingga perlu segera dilakukan normalisasi terhadap kolam pelabuhan di PPN Pemangkat.

“Memang sudah lama normalisasi terhadap pelabuhan belum pernah dilakukan, terakhir dilakukan pengerukan pada 2011yang lalu. Informasinya di tahun 2017 ini akan dilakukan pengerukan,” ujarnya, Rabu (22/3).

Ia mengemukakan fungsi kolam labuh pelabuhan PPN Pemangkat sangat penting, terutama untuk tambat dan labuh kapal-kapal yang melakukan pembongkaran ikan di PPN Pemangkat.

“Pendangkalan yang terjadi jelas sangat mengganggu, sedimentasi sangat tinggi dan juga menggannggu. Seharusnya kapasitas kapal yang sandar sudah hampir seratus buah kapal kecil dan besar, namun akibat pendangkalan jelas mengganggu akibat sedimentasi,” terangnya.

Alur kapal juga terganggu dan pembongkaran ikan juga turut terganggu. Karena hal itu, bongkar ikan oleh kapal harus bergantian. Pembongkaran muatan kapal harus antri, ketika kapal datang tidak bisa langsung melakukan pembongkaran, apalagi ketika air sedang surut harus menunggu air laut pasang terlebih dahulu baru bisa melakukan pembongkaran.

Disebutkan Randi, idealnya normalisasi harus dillakukan berkala supaya sedimentasi tidak terlalu tinggi. Akan tetapi lantaran hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, pengerukan tidak dapat dilakukan oleh PPN Pemangkat sendiri.

“Setiap tahunnya tidak ada penganggaran untuk normalisasi PPN Pemangkat, lantaran hal ini merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Jadi mungkin ada pertimbangan dikarenakan pemerintah pusat mempunyai 25 UPT di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menurut informasinya, kata dia pengerukan PPN tahun 2017 ini, untuk itu diharapkan dapat secepatnya dilaksanakan. Karena kondisi kolam pelabuhan saat ini menyebabkan kapal-kapal harus antri lama di pelabuhan.

Jika pengerukan dilakukan nanti, pihaknya akan menyesuaikan dengan diutamakan bagian dermaga yang kurang berfungsi. Lantaran fungsi PPN sebagai tempat pembongkaran ikan oleh Nelayan. Kapasitas kapal di pelabuhan PPN Pemangkat seharusnya sampai dengan 100 buah kapal, akibat pendangkalan yang terjadi.

“Sedangkan kapal yang melakukan pembongkaran ikan saat ini, hanya bisa setengahnya saja,” terang Randi.

(Gindra/Faisal)

Related Posts