Bendungan PLTMH Puring Kencana Bocor

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di kecamatan Puring Kencana bocor. Hal ini membuat daya listrik yang dihasilkan PLTMH tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat, setiap harinya.

Camat Puring Kencana, Herkulanus Albinus, mengatakan, kebocoran bendungan PLTMH di kecamatannya sudah disampaikan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Kapuas Hulu pada tahun 2016 lalu, namun sayangnya instansi itu sudah bubar dan kembali ke Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Bendungan (PLTMH) yang bocor itu sempat dilaporkan ke kabupaten. Namun instansinya sudah kembali ke provinsi. Kami masih menunggu kelanjutannya gimana,” ungkap Herkulanus, Kamis (23/3).

Menurut Herkulanus, bocornya bendungan sangat berpengaruh pada daya yang dihasilkan. Disisi lain, kata dia, debit air yang tidak stabil juga berpengaruh.

“Kemarau panjang kemarin sempat satu bulan listrik kami mati total. Karena air tidak mampu memutar turbin PLTMH-nya, diperparah lagi dengan bocornya bendungan,” jelasnya.

Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Herkulanus, PLTMH tersebut masih mampu menghidupkan listrik masyarakat Puring Kencana, asalkan debit air tinggi.

“Kalau intensitas hujan tinggi dan rutin selama dua hari sekali, listrik dari PLTMH itu bisa full hidup 24 jam,” ungkapnya.

Terkait dengan aset PLTMH tersebut, menurut Herkulanus, masih menjadi wewenang Pemerintah Pusat. Sebab dari hasil pembangunan kemarin, PLTMH itu belum ada serah terima ke pemerintah kabupaten. “Aset ini masih punya Pemerintah Pusat,” terangnya.

Sehubungan dengan operasional PLTMH itu, kata Herulanus, itu dikelola oleh masyarakat dari Desa Langau, Sungai Antu dan Sungai Mawang. Untuk PLTMH itu sendiri dibangun di Dusun Jaung, Desa Langau.

(Yohanes/Muh)

Related Posts