Pelindo II Sintete Upayakan Waktu Sandar Kapal Hanya Tiga Hari

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Manager PT Pelindo II Sintete, Siz Iskandar, mengungkapkan, paska dikunjungi oleh Menteri Pehubungan RI, Budi Karya Sumadi, beberapa waktu lalu, PT Pelindo II Sintete kabupaten Sambas, telah melakukan evaluasi teradap waktu sandar kapal di pelabuhan Sintete.

Dikemukakannya, jika selama ini waktu sandar kapal untuk melakukan bongkar muat barang di pelabuhan Sintete, memerlukan waktu lima hingga tujuh hari.

“Dalam kunjungan pak menteri perhubunngan RI beberapa waktu lalu, ditekankan agar waktu sandar kapal untuk satu kali bongkar muat barang perlu ditekan menjadi 2 hingga 3 hari kerja. Namun kondisi di pelabuhan Sintete sekarang, memerlukan waktu 5 hingga 7 hari, hal ini dianggap tidak ideal, ini yang akan diupayakan,” ungkap Siz Iskandar, Senin (27/3).

Waktu sandar kapal yang memakan waktu 5 hingga 7 hari pada saat bongkar muatan, terang Siz Iskandar disebabkan faktor jarak tempuh angkutan pelabuhan menuju gudang penerima para pengusaha.

“Keterlambatan bongkar barang dari kapal yang mengakibatkan kapal sandar lebih lama di pelabuhan Sintete hingga memakan waktu 7 hari, juga karena waktu buka gudang penerima terbatas. Sementara gudang penerima para pengusaha terdapat di kota Singkawang, yang mana diperlukan waktu untuk menuju Singkawang dari Sintete. Selain itu juga, karena jadwal buka gudang yang sudah ditentukan turut menjadi kendala. Gudang penerima tutup jam 17.00, sehingga pembongkaran dari kapal dihentikan lebih awal atau sebelum jam 17.00. Karena jika dilakukan pembongkaran menjelang jam tutup gudang penerima, sopir pembawa barang harus bermalam menunggu gudang buka pagi hari,” terang Siz Iskandar.

Dalam upaya memperbaiki waktu bongkar muat agar lebih ideal, pihaknya menurut Iskandar, akan mengundang pemilik gudang. Selain itu juga mengupayakan pengadaan crane darat di pelabuhan Sintete.

“Selain kendala yang ada di luar pelabuhan, seperti jadwal buka gudang pengusaha, kendala dari dalam juga perlu diminimalkan. Hal ini dilakukan dengan memenuhi sarana dan prasarana yang terdapat di pelabuhan Sintete, seperti crane darat misalnya. Juga akan melakukan betonisasi terhadap sarana jalan yang ada di areal pelabuhan, karena ini penting untuk kelancaran bongkar muat di pelabuhan,” kata Siz Iskandar.

Ia mengatakan, jika aktifitas bongkar muat barang di pelabuhan Sintete, masih seperti biasa walaupun mulai ada sedikit peningkatan dari biasanya, pupuk semen, volumenya mulai meningkat. Disebutkannya jika bongkar muat barang di pelabuhan Sintete, lebih didominasi barang seperti pupuk dan semen.

(Gindra/Muh)

Related Posts