Imigrasi Singkawang Deportasi WNA asal Repubik Rakyat Tiongkok

Singkawang, thetanjungpurtimes.com – Kantor Imigrasi Singkawang kembali mendeportasi seorang warga Republik Rakyat China (RRC), Xu Xin Jiang yang sebelumnya diduga Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar pada Senin (27/3).

Sebelumnya Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Singkawang, Joses Rizal mendapat telepon dari Kantor Polsek Singkawang Utara mengenai pengamanan seorang laki-laki WNA yang mengaku berkebangsaan Myanmar pada Rabu (22/3) lalu.

Tidak berapa lama Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Singkawang, langsung menuju Kantor Polsek Singkawang Utara, dan langsung bertemu dengan Iptu Racmanysah dan Ipda Jamawu kemudian diserahkan pria yang mengaku WNA berkebangsaan Myanmar tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari informasi awal diduga laki-laki yang bernama Xu Xin Jiang merupakan warga negara berkebangsaan Myanmar diamankan oleh Kepolisian Sektor Singkawang Utara akibat laporan masyarakat karena yang bersangkutan diduga melakukan penjualan hasil laptop curian.

Kemudian pihak Kepolisian Sektor Singkawang Utara melakukan serah terima yang bersangkutan, Xu Xin Jiang ke pihak Imigrasi Singkawang. Kemudian yang bersangkutan dibawa oleh Kasi Wasdakim untuk ditempat ke Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang tertanggal 22 Maret 2017 untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan oleh pihak Imigrasi Singkawang, yang bersangkutan ternyata WNA berkebangsaan RRC, ia mengaku sebagai WNA asal Myanmar karena berpikir hubungan Indonesia dan China tidak baik, yang bersangkutan datang ke Indonesia mengaku untuk mensurvei harga, dan pasaran bahan kain dan bahan selimut di Indonesia atas perintah bosnya bernama Mao Fang Xiang,” ujar Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Singkawang, Jose Rizal, Selasa (28/3) malam.

Dia menjelaskan kedatangan yang bersangkutan sudah disponsori PT Klitz, namun yang bersangkuta tidak tahu siapa pihak penjamin kedatangan dan keberadaannya di Singkawang.

“Atas dasar tersebut yang bersangkutan diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dan diputuskan untuk dilakukan pendeportasian pada tanggal 27 Maret 2017,” katanya.

Jose mengatakan pendeportasian dilakukan pada tanggal 27 Maret dengan menggunakan pesawat China Southern Airlines pada 28 Maret 2017 pukul 00:20 dini hari dengan nomor penerbangan CZ8354 tujuan Jakarta-Shenzhen (RRC) dan pendeportasian di kawal oleh dua orang petugas Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang.

(Mizar/Faisal)

Related Posts