Asing Gunakan Narkoba sebagai Proxy War untuk Hancurkan Indonesia

Jakarta, thetanjungpuratimes.com –  Kepala Badan Narkotika Nasiona (BNN), Budi Waseso, menyatakan, jaringan narkoba di Indonesia tidak semuanya murni mencari uang, tapi digunakan asing sebagai perang terselubung atau proxy war untuk menghancurkan bangsa.

“Dari 72 jaringan tidak semua berpikir dagang. Karena mereka pasti digunakan oleh negara-negara tertentu untuk kehancuran Indonesia. Salah satunya proxy war,” kata Budi saat acara coffee morning dengan Ketua DPR RI, Setya Novanto di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

Menurut Budi, dari 72 jaringan yang sekarang aktif beroperasi di Indonesia, pihaknya tidak bisa memantau tempat mereka memproduksi atau menyimpan barang haram itu.

“Kita tidak bisa tahu dimana barang ini disimpan. Ketika ada yang mesan baru bisa kita telisik dan telusuri. Di situ kita ambil dan sita,” kata Buwas.

Ia menambahkan, sampai hari ini ada 11 negara yang mensuplai narkotika ke Indonesia dengan berbagai jenis. Saat ini, terdapat 800 jenis narkotika di dunia, akan tetapi baru 60 yang beredar luas di kalangan umum.

“Dan karena keterbatasan kita, terutama lab di Indonesia, hanya bisa mengusut secara hukum 43 (jenis). 17 jenis lagi beredar masih aman. Tidak bisa kita tangkap secara hukum,” kata Buwas tanpa menyebut 17 jenis narkoba tersebut.

Setiap bulan, BNN di era Budi Wasesa menyita rata-rata 100 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dengan nilai Rp 100 miliar.

Sementara itu, selama 2016, BNN telah mengungkap 807 kasus dengan ribuan tersangka yang terjerat. Sebanyak 15.243 orang saat ini sedang menjalani rehabilitasi. Yang miris adalah sekitar 15 ribu remaja Indonesia meninggal dunia sia-sia tiap tahun akibat penyalahgunaan narkoba.

(rimanews.com/muh)

Related Posts