Komisi X DPR : Indonesia Darurat Pendidikan

Jakarta, thetanjungpuratimes.com –  Komisi X DPR merasa prihatin atas peristiwa pembunuhan di SMA Taruna Nusantara Mertoyudan Magelang, dan menyebut bahwa pendidikan di Indonesia berada dalam kondisi darurat.

“Kejadian tindak pidana pembunuhan di SMA TN Magelang yang baru saja terjadi mencerminkan keadaan dunia pendidikan di Indonesia menjadi darurat pendidikan,” kata Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, hari ini.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, pendidikan di Indonesia belum mampu membentuk peserta didik yang disiplin dan berkarakter serta menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Padahal, siswa-siswa di SMA TN Magelang dididik di lingkungan yang sangat disiplin.

“Sungguh memprihatinkan, karena kejadiannya terjadi di lingkungan sekolah (barak G 17), yang artinya kejadian tersebut di area pengawasan yang ketat pihak pengelola sekolah,” jelas Riefky.

Dia mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melakukan beberapa perubahan, dan meminta pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia juga mendorong pihak sekolah untuk lebih sering menjalin komunikasi, baik dengan siswa maupun wali murid.

“Menyikapi kejadian di SMA TN Magelang, Komisi X DPR mendesak pemerintah, dalam hal ini Mendikbud untuk segera memperbaharui mata pelajaran budi pekerti mulai dari materinya, model penyampaiannya, ataupun jumlah jamnya. Pengawasan perlu dilakukan secara ketat untuk seluruh siswa yang dilakukan secara periodik dan berkala,” katanya.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada masa-masa mendatang, Komisi X DPR menyerukan kepada pihak sekolah agar sering melakukan komunikasi dengan siswa maupun orang tua untuk lebih memahami situasi dan kondisi siswa dan keadaan yang ada. Dengan demikian, bilamana ada permasalahan dapat segera didiskusikan untuk mendapatkan solusi terbaik,” pungkas Riefky.

(rimanews.com/muh)

Related Posts