Nazaruddin: Semua Anggota Komisi II DPR Terima Suap e-KTP

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengatakan, semua anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 ikut menikmati suap proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun.

“Anggota Komisi II rata-rata US$ 10 ribu (setara Rp 133,27 juta),” kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta.

Namun, saat ditanya majelis hakim apakah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang saat itu merupakan anggota Komisi II DPR juga menerimanya, Nazar seakan menutup-nutupi.

“Enggak tahu itu,” ujarnya.

Dan, ketika ditanya apakah dia mengenal semua anggota Komisi II DPR saat itu. “Enggak kenal semua,” jawabnya sambil tertawa.

Dalam sidang tersebut, ia juga menolak adanya keterlibatan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam proyek e-KTP.

Dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, Yasonna disebut menerima uang sebesar US$ 84 ribu. Sedangkan Setya disebut mendapatkan 11 persen, atau sekitar Rp 574 miliar.

Irman merupakan mantan direktur jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara Sugiharto mantan direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri.

Dalam dakwaan juga disebutkan nama-nama besar yang diduga ikut menikmati aliran dana megaproyek senilai Rp 5,9 triliun. KPK juga sudah menetapkan satu tersangka baru, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Andi diduga sebagai “operator utama” bancakan e-KTP.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts