Luluh Lantak Akibat El Nino, Peru Butuh Dana Hampir Rp200 T

Peru, thetanjungpuratimes.com – Pembangunan kembali daerah yang menjadi korban tanah longsor dan banjir akibat El Nino di Peru diperkirakan menelan biaya antara US$ 12 miliar sampai US$ 15 miliar atau setara Rp159,96 triliun-Rp199,95 triliun, kata Menteri Pertahanan Peru Jorge Nieto.

Ketika berbicara kepada Radio Programas del Peru (RPP), kemarin, Nieto menambahkan, rancangan tersebut bukan hanya akan mencakup perbaikan, tapi juga berisi perkiraan mengenai pekerjaan yang akan berlangsung dan mendorong pertahanan terhadap risiko pada masa depan.

Namun, perkiraan Menhan tersebut sangat bertolak-belakang dengan perkiraan yang diberikan menteri ekonomi dan Bank Sentral, yang memperkirakan biayanya berkisar hanya US$ 3 miliar sampai US$ 4, demikian laporan Xinhua.

Sementara itu, konsultan swasta, Maximixe, memperkirakan biayanya sebesar US$ 7 miliar.

Bersama itu, Kementerian Transportasi dan Komunikasi mengembangkan rencana pembangunan kembali yang mencakup semua kerusakan dan penanaman modal yang memerlukan perbaikan.

El Nino melanda pantai Peru pada Desember. Fenomena tersebut semula tidak terlalu kuat, tapi secara berangsur berkembang hingga Februari dan Maret, sehingga menaikkan temperatur permukaan air Samudra Pasifik jadi 29 derajat Celsius, tujuh derajat di atas temperatur rata-rata musiman. Fenomena itu memicu hujan lebat dan banjir di 11 wilayah Peru, terutama di bagian barat laut.

El Nino dipastikan tetap menjadi ancaman di lepas pantai Peru sampai akhir April atau awal Mei, walaupun kekuatannya berkurang.

(Reuters/Suara.com/dsdespi)

Related Posts