Koalisi Masyarakat Sipil Kalbar Antikorupsi Melaknat Tindakan Biadab terhadap Novel Baswedan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Koalisi Masyarakat Sipil Kalbar Antikorupsi Mengeluarkan Pernyataan Sikap, mereka meyakini bahwa kasus premanisme yang dialami oleh Novel Baswedan, berkaitan erat dengan kasus-kasus besar yang sedang diusut KPK, dan bagian dari upaya pelemahan secara sistematis dan masif oleh para Koruptor dan agen-agennya.

“Kami menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai berikut, melaknat tindakan biadab dan premanisme  yang dialami Novel Baswedan. Mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang dialami oleh Novel Baswedan. Mendesak Presiden memerintahkan Kapolri untuk memprioritaskan pengusutan dan penuntasan kasus ini dalam jangka waktu paling lambat 7×24 jam,” kata Narasumber Penghubung, Laily Khainur.

Selain itu, mereka juga mendesak Presiden melalui Kapolri dan Pimpinan KPK memberikan jaminan keamanan kepada semua staff KPK dalam mengungkap kasus-kasus yang sedang ditangani.

Menuntut DPR memberikan dukungan politik dalam penuntasan kasus ini, dan memperkuat fungsi KPK sebagai ujung tombak pemberantasan Korupsi, bukan malah ikut melemahkan.

“Kepada seluruh legislator dan senator dapil Kalbar untuk bersikap tegas dan konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi,” lanjut Laily.

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Kalbar sendiri terdiri dari Gemawan, Kontak Rakyat Borneo, LPS AIR, AJI Pontianak, KRC2, GMNI Pontianak, Swandiri Institute, SPAK, PPSW Borneo, PEKA, SPBK, SAKsi, Komparasi Kalbar, JARI Borneo Barat, WWF Kalbar, FP3, KIPP, JPK.

Menyikapi tuntutan tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Kalbar Antikorupsi juga rencananya akan melakukan aksi yang akan dilakukan di Tugu Digulis Untan pada Rabu, 12 April 2017. Pukul : 08.30-09.30 WIB.

“Mari bersama bergerak untuk mengawal dan menuntut penuntasan kasus yang dialami Penyidik KPK, Novel Baswedan,” ajak Laily.

(R/Muh)

Related Posts