Tiga Pulau Indah di Batu Ampar ini Tak Berpenghuni

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Sekitar 15 menit perjalanan menggunakan speedboat bertenaga 200 PK, dari Desa Tanjung Harapan Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya terdapat sebuah pulau yang sangat Indah dengan air laut yang jernih dan keadaan alam yang masih alami.

Pulau kecil yang berada di perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara ini bernama Pulau Mas Tiga. Pasir putih dan hamparan batu alam yang kokoh berhamparan menghiasi tepian pulau tersebut. Suasana tenang dengan pemohonan menghijau tanpa ada sedikitpun polusi yang menghampiri.

Tak jauh dari pulau itu, beberapa pulau yang tak kalah indahnya terlihat memanjakan mata segelintir pengunjung yang berada di sana.

Ismail salah seorang warga Desa Sungai Jawi yang rumahnya tak jauh dari pulau Mas tiga ini mengatakan pulau tersebut dijadikan tempat nelayan bersandar jika cuaca buruk di tengah lautan. Lelaki paruh baya ini sesekali ke sana untuk sekedar mengambil buah-buahan yang terdapat di pulau yang belum tersentuh fasilitas wisata tersebut.

“Biasa juga pulau itu dijadikan tempat penelitian mahasiswa Untan,” cerita kakek beruban ini.

Diceritakan dia, dulu pulau indah ini sempat berpenghuni. Selain masyarakat sering mengambil hasil kebunnya. Tempat ini sering digunakan untuk transaksi jual beli ikan. Namun semenjak perusahaan pengepul ikan tak beroperasi, akhirnya aktifitas tersebut hilang seiring runtuhnya kejayaan perusahaan.

“Sekarang pulau ini hanya digunakan tempat singgah istirahat nelayan usai menangkap ikan, untuk objek wisata pulau ini sangat bagus. Hanya saja pengelolaan wisata belum dilakukan ada,” sebutnya.

Sekitar 10  menit perjalanan dari Pulau Mas Tiga dengan menggunakan mesin yang sama, terdapat pulau yang sangat menarik jika didengar telinga. Masyarakat di sana memberinya nama Pulau Jodoh. Dahulu pulau ini dimanfaatkan sebuah perusahaan pengolahan ikan.

Bukan tanpa alasan, nama pulau ini tercipta karena dahulunya banyak nelayan yang mendapatkan jodohnya di pulau ini. Lantaran hampir keseluruhan karyawan pada perusahaan yang beroprasi ditengah laut ini perempuan. Dulunya Sekitar 370 karyawan perempuan pekerja di sana.

“Seingat saya dulu sekitar tujuh tahun yang lalu, karyawan yang bekerja di sini sekitar 370 orang, tapi dari luar Kalimantan semuanya,” ucap Heri salah seorang waga Desa Batu Ampar.

Namun semenjak tujuh tahun terakhir, perusahaan tak lagi beroperasi, akhirnya pulau itu kini tak berpenghuni. Hanya tinggal beberapa bekas bangunan yang menghiasi.

Namun pulau jodoh ini tetap terlihat eksotis dengan hiasan batu kambing yang menjadi objek yang Indah dipandang mata. Kata menurut warga, dahulu pernah ada kambing jatuh dari atas batu dan tak ditemukan. Makanya disebut batu kambing.

Di bagian atas pulau tersebut, pihak perusahaan sempat membangun jalan track untuk menuju puncak. Namun  kini jalan itu tertutupi rimbunan tanaman hutan.

Pulau yang ketiga di gugusan pulau-pulau Batu Ampar yang tak kalah Indah yaitu pulau Gunung Manggis. Menempuh perjalanan selama 30 menit dari pulau Jodoh.

Pulau Gungung Manggis ini,  seakan memiliki dua warna hamparan pasir, yakni putih bersih dan hitam dengan batas warna sekan buatan manusia. Namun hasil warna tersebut merupakan proses alam, lantaran pasir yang bercampur dengan sisa kayu dan gambut membuat hamparan pasir menjadi  perpaduan dua warna yang sangat Indah.

Kicauan berbagai jenis burung-burung yang menjadi penghuni pulau saling bersautan. Relatif Jauh dari jangkauan manusia menjadikan pulau ini menjadi satu diantara pulau yang sangat berpotensi untuk kunjungan wisatawan. Air yang jernih dan bebatuan Indah menjadi daya tarik utamanya.

(R/Agustiandi/Faisal)

Foto: Pulau Jodoh di Batu Ampar, Kubu Raya/Istimewa

 

Foto: Pulau Mas Tiga di Batu Ampar, Kubu Raya/Istimewa

Related Posts