DPRD Pelajari Pengelolaan Sampah di Balikpapan

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – DPRD Kapuas Hulu belum lama ini telah mengadakan Kaji Terap ke Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kunjungan jajaran parlemen Kapuas Hulu ke Balikpapan secara khusus mempelajari tentang pengelolaan sampah. Dalam kesempatan itu, DPRD juga didampingi Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero.

Kasubag Dokumentasi dan Informasi DPRD Kapuas Hulu, Syaiful Bahri, mengatakan, kaji terap ke Balikpapan Kaltim dilaksanakan selama empat hari, mulai dari Senin (10) sampai Kamis (14) April 2017.

“Dari 30 dewan yang ada hanya 26 dewan yang mengikuti kegiatan tersebut. Untuk 4 dewan yang tidak ikut dikarenakan ada urusan partai yang tidak bisa ditinggalkan,” katanya Senin (17/04).

Kaji Terap tentang pengelolaan sampah ke Balikpapan Kaltim merupakan hasil dari musyawarah DPRD Kapuas Hulu, ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menyikapi permasalahan sampah yang selama ini dihadapi di Bumi Uncak Kapuas.

“Dengan kaji terap ini diharapkan kedepan Pemda Kapuas Hulu dapat melaksanakan tata kelola sampah yang baik di wilayah Bumi Uncak Kapuas ini,” harapnya.

Diterangkannya, pemilihan lokasi kaji terap di Balikpapan Kaltim dengan alasan karena Balikpapan dalam pengolahan sampah terbaik se-Indonesia. Selain itu juga Balikpapan juga sudah memiliki lebih dari 20 Adipura, penghargaan pengelolaan sampah terbaik.

“Balikpapan sangat tepat untuk kita jadikan tempat kaji terap, mengingat mereka sudah berhasil mengolah sampah,” ungkapnya.

Dikatakannya, pengolahan sampah di Kapuas Hulu dengan di Balikpapan berbeda jauh, dimana bila di Kapuas Hulu proses pengolahan sampah hanya sebatas diangkut dan dibuang, namun bila di Balikpapan sampah diolah menjadi bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

“Disana antara sampah yang basah dan yang kering dipisah oleh masyarakatnya, sampah rumah tangga disana dijual oleh masyarakat kepada para penampung sampah,” jelasnya.

Pengelolaan sampah Balikpapan dibagi menjadi dua, untuk sampah basah atau organik diolah menjadi gas untuk energi listrik serta pupuk, sementara untuk sampah kering seperti plastik di daur ulang.

“Dari sampah basah yang mereka kelola, mampu menghasilkan energi listrik dengan daya 25 kw. Disana masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi tentang pengolahan sampah, antara sampah kering dan basah sudah dipisah oleh mereka,” tutupnya.

(Yohanes/Muh)

Related Posts