Polisi Selidiki Asal Bahan Peledak dari KM Usaha Baru

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Musyafak menggelar press release penangkapan terhadap satu unit kapal ikan KM Usaha Baru yang dilakukan pada tanggal 15 April 2017.

Kapal beserta nahkoda dan lima anak buah kapal diamankan karena kedapatan membawa bahan peledak yang akan digunakan sebagai alat tangkap ikan (bom ikan) di perairan laut Kalbar dan perairan laut Serasan Kabupaten Natuna.

KM Usaha Baru sendiri diamankan di wilayah perairan Pesisir Kecamatan Pemangkat Kecamatan Salatiga Kabupaten Sambas.

Press release yang dilakukan di Markas Polisi Air Polda Kalbar tersebut, sebelumnya dilakukan pengujian peledakan oleh tim Gegana Brimob Polda Kalbar.

“Tadi sudah kita coba denga 0,4 gram, suaranya sudah seperti itu, kalau satu kilogram suaranya seperti apalagi, apalagi ditambah dengan jerigen dan botol, jadi sekali meledak bisa mendapatkan 300 kilogram ikan,” ucap Musyafak, Rabu (19/4).

Selain itu, Kapolda megatakan, pengungkapan terhadap pelaku penggunaan bahan peledak bom ikan tersebut sangat sulit, karena posisinya berada di tengah laut.

“Mengungkapnya sangat sulit, memerlukan waktu empat hari dan terungkapnya pada tengah malam,” ujarnya.

Musyafak mengatakan, untuk saat ini, para pelaku tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembangan, dan ia mengatakan bahan peledak tersebut diketahui berasal India.

“Ini berasal dari India dan masuknya lewat mana, nantinya akan terungkap melalui tersangka lain, dan semoga bisa mendapatkan yang lebih besar lagi,” harapnya.

Untuk selanjutnya, Musyafak mengatakan, keenam nelayan beserta satu pemilik bahan peledak yang telah diamankan tersebut akan dikenakan pelanggaran pasal 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman seumur hidup, hukuman mati dan paling rendah 20 tahun.

Orang nomor satu di Kepolisian Kalimantan Barat ini meminta kepada para nelayan untuk tidak menggunakan bahan peledak dengan menggunakan detonator.

Adapun inisial dari para nelayan dan pemilik dari barang tersebut adalah DM warga Perum Sebangkau, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. FL warga Dusun 1, Kelurahan Bolio, Kecamatan Wakorumbo Utara, Kabupaten Button Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. LP warga Sabang Barat, Desa Sabang Barat, Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. LP warga Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Kabupaten Sambas. LB warga Desa Sebangkau, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas. SM warga Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas dan UR warga Dusun Sutera, Kelurahan Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, dengan barang bukti 15 karung sejumlah 375 kilogram Ammonium Nitrat Fuel Oil (AMFO).

(Maulidi/Muh)

Related Posts