Solmadapar Soroti Kejati Kalbar terkait Kasus Zulfadli

Pontianak, thetanjungpuratimes.com Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) kembali menyoroti kasus korupsi Bansos Koni Kalbar yang memvonis anggota DPR RI Zulfadli dengan satu tahun penjara.

“Terkait dengan vonis kasus korupsi bansos Koni Kalbar, dengan terdakwa Zulfadli, kami kembali menyoroti kinerja kejati Kalbar dalam penanganan kasus ini. Karena selama ini pihak Kejati kurang mentransparansikan penanganan kasus ini baik tentang sejauh mana persidangannya, penahanannya, dan status keaktifan di DPR RI,” papar presidium Solmadapar, Faisal, Sabtu (22/4).

Menurutnya informasi soal penanganan kasus korupsi tersebut merupakan informasi untuk masyarakat umum sesuai dengan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Informasi itu lanjut dia, tidak termasuk informasi yang dikecualikan menurut undang undang.

“Kemudian status penahanan dan keaktifan zulfadli di DPR RI juga tidak ada informasi yang jelas terkait hal tersebut, yang mana telah kita ketahui bahwa ketika berkas dan terdakwa sudah masuk ke Kejati, Kejati berhak untuk menahan tersangka sebagai tahanan  dan tersangka sudah di nonaktifkan dari dari DPR RI sesuai dengan pasal 208 ayat(3) UU no.27 tahun 2009 tentang parlemen.

Ia menambahkan, kasus Bansos Koni adalah satu diantara  serangkaian kasus korupsi di Kalbar yang minim akan informasi. Masyarakat Kalbar perlu mengetahui perkembangan penanganan kasus korupsi yang sudah banyak merugikan keuangan negara dan juga uang rakyat.

“Bisa jadi kurangnya transparansi proses penanganan kasus korupsi karena kurangnya sumber daya manusia atau tidak ada niat untuk mengungkap kasus korupsi, terutama jika melibatkan aktor aktor besar seperti Zulfadli ini,” tegasnya.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts