Anggap Moral Penegak Hukum Menurun, Puluhan Mahasiswa Datangi Kejati Kalbar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota setempat melakukan aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, Selasa (25/4).

Aksi puluhan mahasiswa tersebut merupakan buntut kekesalan mereka terhadap penegakan hukum di Kalbar, khususnya pada putusan kasus korupsi dana Bansos KONI Kalbar dengan terpidana anggota DPR RI Zulfadhli yang hanya divonis satu tahun penjara, dan denda Rp100 juta.

Ketua PMII Kota Pontianak Musolli mengatakan penegakan hukum di Kalbar sudah carut marut dan merosot. Korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah seharusnya mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Lemahnya penegakan hukum di Kalbar diakibatkan oleh moral dari penegak hukum yang semakin hari semakin menurun, yang tidak sesuai dengan filosofi hukum yang ada, mudahnya penegak hukum yang bisa dibeli dengan uang menjadi akar permasalahan pada bangsa ini,” paparnya di sela sela aksi mereka.

Mereka mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU)  mengajukan banding atas putusan Hakim Tipikor dengan terpidana Zulfadhli. Mendesak Zulfadhli agar segera mengembalikan uang Negara.

“Kami mendesak Komisi Yudisial untuk memeriksa Hakim Tipikor dan JPU, karena kami menilai ada permainan dan Kongkalikong di dalamnya, dan kami mendesak penegak hukum di Kalbar untuk tegas dan tranfaransi atas kasus-kasus besar (tipikor) yang ada di Kalbar,” pungkasnya.

Pada aksi tersebut pihak Kejati Kalbar mempersilahkan perwakilan dari massa untuk beraudiensi langsung di Kantor Kejati yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani tersebut.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts