KTNA Kapuas Hulu Utus Sepuluh orang ke Penas KTNA XV di Aceh

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XV 2017 rencananya akan dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya B Aceh pada tanggal 6 hingga 11 Mei mendatang.

Ketua KTNA Kapuas Hulu, Muhsin, mengatakan, ada 10 pengurus inti KTNA Kapuas Hulu yang akan diberangkatkan ke Aceh untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“10 pengurus ini adalah petani dan anggota inti KTNA kabupaten. Mereka yang tergolong berhasil mengembangkan sektor pertanian dan perikanan,” kata Muhsin, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/4).

Menurut Muhsin, rombongan KTNA Kapuas Hulu tersebut akan bergabung dengan seluruh KTNA di Kalbar. Baru kemudian berangkat bersama-sama ke Aceh dan mengikuti rangkaian kegiatan di sana.

“Memang utusan kita akan gabung dengan KTNA Kalbar dan mereka selama sepekan di Aceh,” tutur pria yang juga Anggota DPRD Kapuas Hulu ini.

Dijelaskan Muhsin, dalam Penas KTNA biasanya ada bermacam kegiatan seperti perlombaan, pengayaan materi, termasuk pembinaan pengelolaan produk serta pameran.

“Utusan kita rencananya akan bawa beras Raja Uncak dan Mokaf, sebab dalam kegiatan seperti ini setiap daerah pasti ada bawa produk unggul dari daerah masing-masing,” ungkapnya.

Dengan adanya pameran produk unggulan daerah, menurut Muhsin, itu perlu dimanfaatkan oleh utusan Kapuas Hulu. Sehingga produk bermutu dari Bumi Uncak Kapuas bisa dikenal masyarakat luar daerah.

“Harapannya, dari kegiatan itu orang bisa lebih tahu tentang produk unggul kita,” ujarnya.

Selain itu, Muhsin juga berharap agar kegiatan Penas dimanfaatkan sebaik mungkin oleh utusan Kapuas Hulu. Agar ada ilmu yang dapat dan bisa dikembangkan di daerahnya masing-masing.

“Kawan-kawan yang ikut harus mengambil manfaat dari ilmu yang dibagi disana, sepulangnya dari sana bagikan pengetahuan itu dengan masyarakat lain di kampungnya masing-masing. Seperti produk apa yang unggul di daerah lain dan punya nilai jual tinggi, itu bisa dicoba dikembangkan di Kapuas Hulu, termasuk perkembangan teknologi yang ada, baik di sektor pertanian atau perikanan,” tutupnya.

(Yohanes/Muh)

Related Posts