Marianis Majri ‘Geser’ Agustian sebagai Camat Tebas

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Marianis Majri resmi menggantikan Agustian sebagai Camat Tebas, pelantikan dilaksanakan dengan disertai pengambilan sumpah jabatan yang digelar di kantor desa Mensere kecamatan Tebas tersebut, dihadiri oleh unsur Forkopimda serta sejumlah tokoh masyarakat kecamatan Tebas, pada Kamis (27/4) pagi.

Sesuai surat keputusan Bupati Sambas nomor 821.2.3/7/BKPSDMA-B tahun 2017 tanggal 25 April, jabatan Camat Tebas dipercayakan kepada Marianis Majri, sementara Agustian menduduki posisi yang sebelumnya dijabat oleh Marianis Majri sebagai Kabag Hukum dan persidang DPRD kabupaten Sambas.

Wakil Bupati Sambas Hairiah melantik Marianis Majri sebagai Camat Tebas dalam upacara Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, dilingkungan pemerintah kabupaten Sambas tahun 2017.

Dalam kesempatan tersebut Hairiah mengatakan apa yang dilakukan merupakan sebagai tindaklanjut dari keputusan bupati Sambas, tentang pengangkatan dalam jabatan adminisitrator.

“Pelantikan yang dilaksanakan dalam rangka efektiftas, pelaksanaan tugas fungsi tanggungjawab dan wewenang dari setiap jabatan. Juga merupakan upaya mewujudkan administrasi, sesuai dengan harapan masyarakat. Juga merupakan sebuah proses yang memerlukan kerja keras kita semua, sebagai aparat tapi juga kerja cerdas kerja iklas kerja dengan mengoptimalkan potensi yang ada,” ujar Hairiah Kamis (27/4).

Ditegaskan Wabup setiap aparatur hendaknya dapat terus menyadari, jika keberhasilan kita dalam mencapai tujuuan tidak terlepas dari adanya dukungan bantuan dan peran dari berbagai pihak.

“Untuk itu bangun koordinasi yang baik antara unit kerja yang ada, jadikan koordinasi sebagai kebutuhan,” tegasnya.

Mutasi dan promosi lanjut Wabup merupakan kebutuhan organisasi dan lumrah dilakukan, untuk itu katanya jadikan hal ini momentum pemacu diri untuk lebih baik dengan mengembangkan ide kreatif dan inovatif.

“Kepada aparatur harus meningkatkan prioritas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, dengan menunjukan ketaatan kedisiplinan serta pelayanan prima, ciptakan harmonisasi suasana tenang dalam kedamaian hindari perpecahan” sebutnya.

Menurutnya, reformasi birokrasi adalah pekerjaan besar, yang untuk menciptakan tatanan dan tradisi baru diperlukan kepemimpinan yang kuat yang tegas dalam membuat keputusan. ASN harus siap ditempatkan sesuai dengan kebutuhan.

Dikemukakan jika penempatan Marianis sebagai Camat Tebas, sudah sesuai peruntukan dan pertimbangan yang matang yang dibuat oleh bupati.

Diharapkan dengan sebagai camat bisa bekerja sama, lebih meningkatkan pelayanan publik. Kemudian membangun kerjasama dengan seluruh stakeholder yang ada dimasyarakat, sehingga terbangun sinergisitas antara pemerintahan dan masyarakat.

“Untuk itu kepada Camat yang baru ini, laksanakan tugas sesuai amanah undang-undang dengan melaksanakan kewajiban tugas dan tanggung jawab. Sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang, disamping itu, ini sangat personal, tentang bagaimana membangun kerjasama, mengkomunikasikan, menterjemahkan aturan itu didalam kehidupan sehari-hari,” pesan Hairiah.

Sementara Marianis Majri mengungkapkan, untuk langkah dirinya sebagai Camat Tebas akan mendukung desa mencairkan anggaran desa.

“Supaya desa dapat mencairkan anggaran desa, kita upayakan memberikan dukungan penuh dalam rangka melaksanakan pembangunan didesa,” ujarnya.

Dalam penataan kecamatan Tebas menurutnya tentu dilakukan secara bertahap, sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada.

“Misalnya terhadap penataan pasar Tebas, akan disesuaikan dengan peraturan dan perundangan. Secara bertahap tapi, memang dukungan dari seluruh pedagang, masyarakat itu yang paling utama termasuk unsur Muspika,” terangnya.

Camat, sambungnya tidak akan dapat bekerja tanpa ada dukungan, mari sama-sama kita membangun Tebas dengan semangat gotong royong, semangat kebersamaan yang telah menjadi nilai-nilai masyarakat sejak jaman dahulu. Karena tanpa adanya gotong royong, kebersamaan, tentu akan sulit atau bahkan tidak akan tercapai apa yang kita inginkan.

Sebelumnya pada 6 Maret yang lalu, ratusan warga dari beberapa desa di kecamatan Tebas secara beramai-ramai mendatangi kantor Camat Tebas menuntut Agustian mundur dari jabatan Camat saat itu. Desakan mundur oleh warga saat itu, lantaran Agustian dinilai membuat kebijakan yang dianggap merugikan pedagang yang melarang berjualan diatas pukul 22.00 WIB.

(Gindra/Faisal)

Related Posts