40 Kasus DBD Terjadi di Sekadau dalam Empat Bulan Terakhir

Sekadau,thetanjungpuratimes.com – Anjas Asmara, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau menuturkan, dalam rentan Januari hingga April tercatat sedikitnya 40 kasus DBD.

“Terbanyak kasusnya di Sekadau Hilir dan Sungai Ayak,” ujarnya, Jum’at (5/5).

Ia menjelaskan, di Sekadau Hilir tercatat sedikitnya 17 kasus, Sungai Ayak 15 kasus dan Rawak tiga kasus. Selain itu, di Nanga Belitang terdapat tiga kasus, Simpang Empat satu kasus dan SD 3 Trans ada satu kasus.

“Untuk fogging sudah dilakukan pada 26 fokus yang tersebar di Kabupaten Sekadau, terutama di wilayah yang sudah ada kasus DBD. Tidak ada korban jiwa, sembuh semua,” jelasnya.

Sudah terjadinya kasus DBD, Anjas mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Ia mengatakan, langkah yang bisa dilakukan salah satunya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Nanti juga akan dibentuk juru pamantau jentik, kalau bisa satu kepala keluarga satu orang. Nanti ada pelatihannya untuk mereka, itu dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat tidak menganggap demam adalah hal yang biasa. Jika sudah terjadinya demam, apalagi mendekati ciri-ciri DBD masyarakat bisa memeriksakan diri agar bisa diantisipasi secara dini.

“Kalau demam, apalagi sudah timbul ruam bisa memeriksakan diri di Puskesmas, karena disetiap Puskesmas sudah ada untuk tes DBD, jadi mari kita secara bersama-sama mengantisipasi itu semua,” kata dia.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Sekadau Henry Alpius mengatakan, memang untuk kasus DBD sudah ada. Selain itu, kata dia, pihaknya juga belum ada menangani pasien hingga rawat inap.

“Lebih banyak di poli. Baru demam dengue,belum ada yang dengue hemorhagic fever(DHF),” ujarnya.

Dikatakan Henry, pihaknya belum ada menangani kasus DBD yang sudah serius.

“Baru demam dengue. Penanganannya lebih banyak di poli,” tegasnya.

(Yahya/Faisal)

Related Posts