Mensos: Indonesia Melarang Eutanasia

Surabaya, thetanjungpuratimes.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Kementerian Sosial akan mendampingi Berlin Silalahi (46), korban tsunami Aceh yang meminta eutanasia atau suntik mati ke Pengadilan Negeri Banda Aceh lantaran penyakit lumpuh yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Eutanasia merupakan praktik pencabutan nyawa manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntik mati. Khofifah mengatakan, praktik eutanasia dilarang keras di Indonesia. Meskipun karena permintaan pasien atau keluarganya.

“Di beberapa negara ada yang membolehkan praktik tersebut, tapi di Indonesia tidak,” ungkap Khofifah di sela-sela Acara Majlis Dzikir, Maulid Rasul SAW, dan Haul KH Abdul Wachab Turcham Ke 22, di Taman Pendidikan dan Sosial NU, Khadijah Surabaya.

Secara hukum, lanjut Khofifah, eutanasia termasuk kategori pembunuhan sebagaimana diatur dalam KUHP. Selain itu, sebagian besar agama dengan tegas melarang eutanasia dengan alasan apapun.

Khofifah mengutip ayat 53 Al Quran Surat Az-Zumar yang menyebutkan bahwa Allah SWT menghendaki kepada setiap muslim untuk optimistis menghadapi setiap musibah. Seorang mukmin harus senantiasa berjuang, bukan tinggal diam dan untuk berperang bukan lari.

“Dalam Islam diajarkan untuk tidak mudah berputus asa dari rahmat Allah SWT, sebaliknya banyak-banyak bersyukur atas kehidupan yang diberikan. Wala tai asu mirraukhillah ,” terangnya.

Khofifah meminta kasus ini dapat diselesaikan dengan sikap arif dan bijak. Dia berharap Pemerintah Daerah bisa mencari jalan keluar terbaik terkait penggusuran barak pengungsi di Desa Bakoy, Aceh Besar, juga pengobatan terhadap penyakit yang diderita Berlin.

Sementara itu, lanjut dia, untuk menunggu solusi pemerintah daerah Kementerian sosial menyiapkan tempat evakuasi sementara di Panti Sosial Asuhan Anak Darus Sa’adah milik Kemensos di Banda Aceh.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas sosial Propinsi Aceh untuk mendampinginya termasuk menyiapkan opsi evakuasi termasuk mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) nya,” ujarnya.

(Rimanews.com/Faisal)

Related Posts