MABM Tak Berikan Izin Rumah Adat Melayu Dijadikan Tempat Perkumpulan Massa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat, Prof Dr Chairil Effendy, menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan izin penggunaan Rumah Adat Melayu sebagai tempat perkumpulan massa Persatuan Orang Melayu (POM) pada aksi 20 Mei 2017 mendatang.

“MABM tidak pernah mengeluarkan izin penggunaan Rumah Budaya Melayu sebagai tempat perkumpulan masa demonstrasi yang konon akan dilaksanakan tanggal 20 Mei 2017 sebagai tersebar di sosial media,” kata Chairil saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (8/5).

Ia mengakui, justru tidak mengetahui organisasi masyarakat yang akan menggelar aksi informasinya akan menurunkan massa sekitar 20 ribu orang tersebut. Pihak POM pun tidak ada melakukan pembicaraan dan koordinasi langsung dengan MABM.

“Apakah atas nama POM atau atas nama organisasi lain saya tidak tahu, yang jelas kami tidak pernah memerintahkan, malah kami mengimbau, kalau ada demo tentu kami tidak bisa melarang, silakan lakukan demo tapi dengan cara-cara yang beradap dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan kebudayaan agar semuanya tetap terkontrol dengan baik,” pungkasnya.

(Tim)

Related Posts